Powered By Blogger

Kamis, 29 April 2010

Ukhuwah Dengan LDII (Mengenal Lebih Dekat Dengan LDII)



Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang merupakan salah satu Ormas Islam terbesar di Indonesia mempunyai dua buah buku pedoman yaitu Al Qur’an dan Al Hadist. Rosululloh SAW bersabda : “Telah aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat selama berpegang pada keduanya, yaitu Kitabulloh (Al Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya” (HR Muwattho Malik). Mengenai Al Hadist, LDII menggunakan semua kitab Hadist, utamanya Kutubus-sittah (Kitab yang Enam), yang terdiri dari Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmidzi, Sunan An-Nasai, dan Sunan Ibnu Majah.

Sumber hukum Islam adalah Al-Qur’an, Al Hadits, Ijma dan Qiyas. Contoh Ijma’ : Penerapan adzan ke-3 pada hari Jum’at yang dilakukan pertama kali pada waktu zaman Khalifah Ustman bin Affan r.a. Contoh hukum Qiyas : Zakat fitrah pada zaman Rosululloh antara lain adalah kurma dan gandum, sedangkan bagi penduduk di Indonesia beras sebagai penggantinya karena beras diqiyaskan dengan gandum, karena sama-sama makanan pokok.

Di dalam mempelajari Al Qur’an dan Al Hadits, LDII menggunakan metode pengajian tradisional, yaitu seorang Guru mengajar kepada murid secara langsung. Adapun materi yang dikaji meliputi tentang bacaan, makna dan keterangan sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada. Dengan metode seperti ini maka sering dinamakan metode “Manquul”. Manqul berasal dari bahasa Arab “Naqola-Yanqulu”, yang artinya adalah pindah. Maka ilmu yang “manquul” adalah ilmu yang dipindahkan dari guru kepada muridnya. Dalam pelajaran tafsir, “Tafsir Manquul” berarti mentafsirkan suatu ayat Al Qur’an dengan ayat Al Qur’an lainnya, mentafsirkan ayat Al Qur’an dengan hadits, atau mentafsirkan Al Qur’an dengan fatwa Shohabat. Dalam ilmu hadits, “manquul” berarti belajar hadist dari guru yang mempunyai isnad sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan ilmu alat yang digunakan dalam mendalami Al Qur’an dan Al Hadits, ulama LDII menggunakan ilmu alat juga seperti ilmu nahwu, shorof, badi’, ma’ani, bayan, mantek, balaghoh, usul fiqih, mustholahul hadits, dan sebagainya. Kitab tafsir yang menjadi rujukan LDII diantaranya adalah tafsir Jalalain, tafsir Jamal, tafsir Ibnu Katsir, tafsir At Thobari, tafsir Ibnu Hatim, tafsir Depag dan lain-lainnya.

Metode pengajian yang moderat ini merupakan daya tarik tersendiri bagi yang memang ingin mendalami tentang Al Qur’an dan Al Hadits. Sehingga aktivitas pengajian di LDII cukup tinggi, karena Al Qur’an dan Al Hadits itu merupakan bahan kajian yang cukup banyak dan luas. Di tingkat PAC umumnya pengajian diadakan 2-3 kali seminggu, sedangkan di tingkat PC diadakan pengajian seminggu sekali. Hal inilah yang menyebabkan tempat-tempat pengajian LDII selalu ramai dikunjungi warganya.

Adapun motivasi warga LDII untuk aktif dalam mengikuti pengajian adalah : Pertama, untuk memenuhi kewajiban mencari ilmu berdasarkan firman Alloh, “Ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan selain Alloh” (QS. Muhammad ayat 19). Dan sabda Rosululloh, “Mencari ilmu itu wajib bagi orang Islam” (HR Ibnu Majah). Kedua, sebagai landasan untuk melaksanakan ibadah (beramal).

Pondok-pondok Pesantren LDII tidak hanya mengajarkan ilmu agama kepada santrinya, tetapi juga mengajarkan ilmu pengetahuan umum seperti ilmu sosial kemasyarakatan, kewirausahaan, dan kursus-kursus ketrampilan. Ilmu pengetahuan tersebut diajarkan untuk sebagai bekal mencari ma’isyah (nafkah) yang halal untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Khutbah Jum’at di LDII menggunakan bahasa Arab karena tidak ada satupun Ulama yang menyatakan bahwa khutbah Jum’at dengan menggunakan bahasa Arab itu tidak sah, walaupun jama’ah sholat Jum’at tidak seluruhnya mengerti dan memahami isi khutbah. Hal ini bisa dilihat ketika musim haji dimana Imam Masjidil Haram menyampaikan khutbah berbahasa Arab, sedangkan mustami’in yang datang dari seluruh penjuru dunia belum tentu bisa mengerti dan memahami isi khutbah.

Setelah melakukan sholat Jum’at biasanya diadakan nasehat agama, dan ini tidak mesti karena pada dasarnya memberikan nasehat itu bisa dilakukan disetiap ada kesempatan. Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan waktu, sebab biasanya sesudah sholat Jum’at orang-orang masih berkumpul, kesempatan ini digunakan untuk memberikan tausiah/nasehat (mau’idlotul hasanah). Adapun nasehat setelah sholat Jum’at ini tidak harus dikerjakan karena bukan merupakan rangkaian sholat Jum’at.

Teknik dan cara mengumpulkan shodaqoh yang biasanya dilakukan oleh warga LDII ada beberapa cara, diantaranya adalah : Pertama, langsung diserahkan kepada dan dicatat oleh pengurus LDII. Kedua, dimasukkan ke dalam kotak shodaqoh. Ketiga, dimasukkan ke dalam kain (sarung, sajadah, sorban) yang diedarkan. Keempat, dengan melempar uang shodaqoh ke lantai, untuk kemudian dikumpulkan olah pengurus. Mengenai metode mana yang dipilih, merupakan keputusan pengurus setempat. Namun sebagian LDII menyukai teknik dengan cara melempar. Selain praktis, melempar juga dapat menumbuhkan rasa “fastabiqul khoerot” (berlomba-lomba dalam kebaikan) tetapi niat hanya karena Alloh tetap dapat terjaga karena tidak ada yang tahu “siapa shodaqoh berapa”.

Ulama-ulama yang telah banyak berjasa dalam membesarkan LDII di antaranya adalah KH Kasmudi As-sidiqi, K.H.R. Iskandar Tondodiningrat, KH. Ahmad Tamam, KH. Zubaidi Umar, SH, KH. Drs. Thoyyibun, Prof. Dr. Ir. KH Abdullah Syam MSc. KH. A.Karimullah, SE, KH. Nur Hasan, KH. Syu’udi Al Hafidz, KH. Mudzakkir, KH. M. Nur Ali, KH. Thoyyib Abdulloh dan lain-lain. Beberapa diantara Ulama LDII tersebut bukan lulusan pondok pesantren LDII saja tetapi juga lulusan pondok pesantren besar lainnya yang kemudian menjadi Ulama LDII. Adapun jumlah muballegh dan muballeghot yang ada di LDII jumlahnya ribuan yang tersebar di seluruh PC dan PAC untuk menyampaikan dakwah Al Qur’an dan Al Hadits.

Sesuai dengan paradigma barunya (new paradigm), LDII terbuka terhadap masukan-masukan baik masukan mengenai masalah organisasi maupun masalah agama. LDII secara proaktif bahkan mencari masukan-masukan dari berbagai kalangan. Dalam rangka mencari masukan tentang wawasan kebangsaan dan kenegaraan, LDII intens mengadakan audiensi dengan instansi terkait antara lain dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Mabes TNI, Mabes Polri. Silaturrohim dan meminta masukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), bekerjasama dengan Insstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dalam rangka memberikan pelatihan dakwah kepada para muballegh-muballeghot LDII. LDII di daerah-daerah juga sering mengundang ulama-ulama di luar LDII untuk memberikan ceramah agama. Bagi LDII, segala bentuk masukan adalah merupakan nasehat yang tidak ternilai harganya. Sebab semua golongan Islam adalah bersaudara, sebagaiman sabda Rosululloh SAW: “Orang Islam adalah saudaranya orang Islam” (HR. Ahmad). Sesama golongan Islam tidak dibenarkan untuk saling merendahkan maupun menghina, sesuai firman Alloh : “Dan jangalah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, barangkali keadaan kaum yang direndahkan itu lebih baik dari kaum yang merendahkan” (QS. Al Hujurot ayat 11).

Anggapan bahwa LDII ekslusif sebetulnya tidak benar. Banyak dari warga LDII yang menjadi tokoh masyarakat, mulai dari ketua RT, ketua RW, Kades/Lurah, Camat dan seterusnya. Hanya saja karena aktifitas kegiatan pengajian di LDII sangat tinggi, menyebabkan kesempatan pergaulan di masyarakat menjadi berkurang sehingga terkesan eksklusif.

Rabu, 21 April 2010

Pergantian Tongkat Estafet Pengurus DPD LDII OKU Timur

Dalam Musda yang telah dilaksanakan oleh DPD LDII OKU Timur beberapa waktu lalu menetapkan Susunan Pengurus DPD LDII OKU Timur yang baru. Dalam Musyawarah internal LDII OKU Timur, telah dibentuk Kepengurusan baru dengan Ketua terpilih yaitu H. Mulyanto, S.Pd menggantikan Ketua yang lama yaitu Kholidin, SP yang sekarang menempati pos dalam Dewan Penasehat.

Agenda ini merupakan sebagai amanat organisasi yang telah ditetapkan dalam AD/ART Organisasi setiap 5 tahun masa bakti Kepengurusan. LDII OKU Timur telah mengalami kemajuannya yang pesat, terlihat dari bertambahnya jumlah PC maupun PAC yang ada sekarang ini. Pada waktu awal pembentukan karena adanya pemekaran wilayah kabupaten LDII OKU Timur masih terdiri dari 7 PC dan 23 PAC, sekarang sudah terbentuk 12 PC dari total 20 kecamatan yang di OKU Timur. Sebagai komitmen maka LDII sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang dakwah Islamiyah akan selalu mencetak kader-kader yang unggul.

DPD LDII OKU Timur Menghadiri Peresmian Masjid

Sabtu, 27 Maret 2010 DPD LDII Kabupaten OKU Timur menghadiri undangan DPD LDII kabupaten OKU dalam rangka Peresmian Masjid di wilayah kabupaten OKU. Acara dipusatkan di Lubuk Batang Kecamatan Lubuk Batang, OKU. -Peresmian dilakukan oleh Bupati OKU, H. Yulius Nawawi. Adapun masjid yang diresmikan Bupati sebanyak 5 masjid yang tersebar di kabupaten OKU. Hadir pula pada acara tersebut DPD LDII OKU Selatan, Ketua MUI, Komandan KODIM Baturaja, Anggota DPRD OKU, Polres OKU, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Ketua DPD LDII OKU Sapto Surono, S.Pd dalam sambutannya menyatakan sangat berterima kasih atas kehadiran Bupati dan unsur Muspida yang telah berkenan untuk meresmikan masjid yang menjadi tempat kegiatan warga LDII OKU. Diterangkan juga pembangunan masjid ini berasal dari swadaya warga LDII dan masyarakat setempat yang menghabiskan dana 1,4 Milyar.

Dalam sambutannya Bupati Yulius Nawawi menerangkan bahwa masjid merupakan ujung paling awal sebagai tempat mengembangkan syiar dakwah agama Islam, disamping peran utama masjid sebagai tempat suci umat Islam dalam melakakukan kegiatan ibadahnya. Sehingga diharapkan seluruh umat Islam untuk selalu meramaikan masjid untuk kegiatan-kegiatan ibadah dan kegiatan positif lainnya. Pada akhir sambutannya, Bupati menandatangani 5 prasasti peresmian masjid yang disaksikan seluruh tamu undangan yang hadir.
Dalam kesempatan itu Bupati juga memberikan bantuan berupa uang sejumlah 10 juta rupiah untuk penyempurnaan masjid.

Sabtu, 28 November 2009

LDII OKU Timur Kurban 46 Ekor Sapi dan 180 Ekor Kambing



Suasana Penyembelihan Hewan Kurban



Daging-daging Hewan Kurban Siap Dibagikan Kepada Yang Berhak Menerima

LDII OKU Timur Kurban 46 Ekor Sapi dan 180 Ekor Kambing

Warga LDII OKU Timur pada Idul Adha tahun ini menyembelih hewan kurban sebanyak 46 Ekor sapi dan 180 ekor kambing. Kegiatan kurban ini merupakan ibadah yang rutin dilaksanakan warga LDII OKU Timur setiap tahun. Adapun pelaksanaannya dilakukan di masing-masing PC dan PAC. Daging hewan kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar masjid-masjid tempat pelaksanaan kurban tersebut.

Ketua DPD LDII OKU Timur, Kholidin, SP mengatakan “Alhamdulillah pada Idul Adha tahun 1429 H ini warga LDII yang melaksanakan kurban mengalami peningkatan, semoga di tahun berikutnya lebih meningkat lagi sebagai perwujudan menjalankan perintah agama dan juga untuk membantu Saudara-saudara kita yang masih membutuhkan”.

Jumat, 20 November 2009

Profil Masjid Baabul Izza Murniyoso



Masjid Baabul Izza merupakan salah satu masjid yang menjadi tempat kegiatan warga LDII OKU Timur. Masjid ini terletak di desa Tugu Harum kecamatan Belitang Madang Raya Kabupaten OKU Timur, tepatnya di Murniyoso. Letaknya yang strategis yaitu di tepi jalan poros Belitang Palembang di pusat kota Belitang menjadikan masjid Baabul Izza ini semakin anggun. Dibangun kira-kira sejak tahun 1980 kemudian dilakukan perombakan dan perluasan pada tahun 2004 yang lalu. Masjid yang pembangunannya menelan dana sekitar 0,4M ini terdiri dari dua lantai, satu kubah utama dan dipercantik dengan empat kubah menaranya yang semuanya berbentuk kubah bawang. Masjid ini dapat menampung jamaah sekitar 1.000 orang dan dilengkapi dengan halaman parkir yang memadai.

Rabu, 28 Oktober 2009

Kisah Penghuni Surga Terakhir

Kisah Penghuni Surga Terakhir

Bahwa Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami pada hari kiamat? Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat bulan di malam purnama?

Para sahabat menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat matahari yang tidak tertutup awan?

Mereka menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. bersabda: Seperti itulah kalian akan melihat Allah. Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka ia mengikuti sembahannya itu. Orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, orang yang menyembah berhala mengikuti berhala.

Tinggallah umat ini, termasuk di antaranya yang munafik. Kemudian Allah datang kepada mereka dalam bentuk selain bentuk-Nya yang mereka kenal, seraya berfirman: Akulah Tuhan kalian.

Mereka (umat ini) berkata: Kami berlindung kepada Allah darimu. Ini adalah tempat kami, sampai Tuhan kami datang kepada kami. Apabila Tuhan datang, kami tentu mengenal-Nya.

Lalu Allah Taala datang kepada mereka dalam bentuk-Nya yang telah mereka kenal. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian.

Mereka pun berkata: Engkau Tuhan kami.

Mereka mengikuti-Nya. Dan Allah membentangkan jembatan di atas neraka Jahanam.

Aku (Rasulullah saw.) dan umatkulah yang pertama kali melintas. Pada saat itu, yang berbicara hanyalah para rasul. Doa para rasul saat itu adalah: Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.

Di dalam neraka Jahanam terdapat besi berkait seperti duri Sakdan (nama tumbuhan yang berduri besar di setiap sisinya).

Pernahkah kalian melihat Sakdan? Para sahabat menjawab: Ya, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. melanjutkan: Besi berkait itu seperti duri Sakdan, tetapi hanya Allah yang tahu seberapa besarnya. Besi berkait itu merenggut manusia dengan amal-amal mereka. Di antara mereka ada orang yang beriman, maka tetaplah amalnya. Dan di antara mereka ada yang dapat melintas, hingga selamat.

Setelah Allah selesai memberikan keputusan untuk para hamba dan dengan rahmat-Nya Dia ingin mengeluarkan orang-orang di antara ahli neraka yang Dia kehendaki, maka Dia memerintah para malaikat untuk mengeluarkan orang-orang yang tidak pernah menyekutukan Allah. Itulah orang-orang yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan rahmat-Nya, yang mengucap: “Laa ilaaha illallah”.

Para malaikat mengenali mereka di neraka dengan adanya bekas sujud. Api neraka memakan tubuh anak keturunan Adam, kecuali bekas sujud. Allah melarang neraka memakan bekas sujud. Mereka dikeluarkan dari neraka, dalam keadaan hangus. Lalu mereka disiram dengan air kehidupan, sehingga mereka menjadi tumbuh seperti biji-bijian tumbuh dalam kandungan banjir (lumpur).

Kemudian selesailah Allah Taala memberi keputusan di antara para hamba. Tinggal seorang lelaki yang menghadapkan wajahnya ke neraka. Dia adalah ahli surga yang terakhir masuk. Dia berkata: Ya Tuhanku, palingkanlah wajahku dari neraka, anginnya benar-benar menamparku dan nyala apinya membakarku. Dia terus memohon apa yang dibolehkan kepada Allah.

Kemudian Allah Taala berfirman: Mungkin, jika Aku mengabulkan permintaanmu, engkau akan meminta yang lain.

Orang itu menjawab: Aku tidak akan minta yang lain kepada-Mu.

Maka ia pun berjanji kepada Allah. Lalu Allah memalingkan wajahnya dari neraka. Ketika ia telah menghadap dan melihat surga, ia pun diam tertegun, kemudian berkata: Ya Tuhanku, majukanlah aku ke pintu surga.

Allah berkata: Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta kepada-Ku selain apa yang sudah Kuberikan, celaka engkau, hai anak-cucu Adam, ternyata engkau tidak menepati janji.

Orang itu berkata: Ya Tuhanku! Dia memohon terus kepada Allah, hingga Allah berfirman kepadanya: Mungkin jika Aku memberimu apa yang engkau pinta, engkau akan meminta yang lain lagi.

Orang itu berkata: Tidak, demi Keagungan-Mu. Dan ia berjanji lagi kepada Tuhannya. Lalu Allah mendekatkannya ke pintu surga. Setelah ia berdiri di ambang pintu surga, ternyata pintu surga terbuka lebar baginya, sehingga ia dapat melihat dengan jelas keindahan dan kesenangan yang ada di dalamnya.

Dia pun diam tertegun. Kemudian berkata: Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam surga.

Allah Taala berfirman kepadanya: Bukankah engkau telah berjanji tidak akan meminta selain apa yang telah Aku berikan? Celaka engkau, hai anak cucu Adam, betapa engkau tidak dapat menepati janji!

Orang itu berkata: Ya Tuhanku, aku tidak ingin menjadi makhluk-Mu yang paling malang. Dia terus memohon kepada Allah, sehingga membuat Allah Taala tertawa (ridha).

Ketika Allah Taala tertawa Dia berfirman: Masuklah engkau ke surga. Setelah orang itu masuk surga, Allah berfirman kepadanya: Inginkanlah sesuatu! Orang itu meminta kepada Tuhannya, sampai Allah mengingatkannya tentang ini dan itu. Ketika telah habis keinginan-keinginannya, Allah Taala berfirman: Itu semua untukmu, begitu pula yang semisalnya

(HR Muslim no 267)

Minggu, 13 September 2009

Sukses Bulan Ramadhan

Sukses Bulan Ramadhan

Bulan puasa sudah menginjak hari-hari terakhir dan setiap manusia sudah banyak yang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi lebaran. Seolah tersihir dengan suasana lebaran yang di depan mata sehingga justru pada hari-hari terakhir di bulan Ramadhan ini justru Alloh memberikan sesuatu yang sangat spesial yaitu adanya satu hari yang lebih baik daripada seribu bulan tanpa cacat dan cela sedikitpun. Hari itu adalah malam Qodar dimana Rosullulloh memberikan ancer-ancer (red) tanda waktu yaitu pada sepuluh malam terkahir bulan Ramadhan. Sehingga Rosullulloh menganjurkan untuk itikaf dan memperbanyak amal ibadah karena Alloh pada malam-malam tersebut. Inilah puncak dari spesialnya bulan Ramadhan.

Tetapi secara keseluruhan puncak prestasi masing-masing hamba yang beriman dalam menghadapi bulan Ramadhan ada 5 kesuksesan, yaitu :

1. Sukses Berpuasa,
yaitu dengan menjalankan puasa dengan menahan rasa haus dan lapar di siang hari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari dan menahan hawa nafsu baik yang membatalkan puasa itu sendiri maupun yang meggagalkan pahala puasa itu sendiri. Sehingga dalam suatu hadist, Rosululloh memberikan wejangan bahwa seandainya diantara kalian ada yang sedang berpuasa kemudian ada orang yang lain mengajak atau memancing untuk bertengkar maka supaya jangan dilayani dan supaya mengatakan kepadanya bahwa “inni so’imun, inni so’imun (saya sedang berpuasa, saya sedang berpuasa)”

2. Sukses Taraweh
Taraweh merupakan rangkaian dari amalan ibadah sholat sunah malam (qiyamul lail) yang dianjurkan oleh Rosululloh pada waktu bulan puasa dan mempunyai pahala yang berlipat dari Alloh.

3. Sukses Shodaqoh
Sodaqoh dan infak merupakan kewajiban hambanya Alloh dari apa-apa yang telah diberikan oleh Alloh kepada hambanya. Shodaqoh pada bulan Ramadhan sangat dianjurkan oleh Rosululloh, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Beliau. Diterangkan bahwa pada bulan Ramadhan Rasululloh sangat senang sekali bershodaqoh sehingga degambarkan sebagaimana lebih cepat daripada angin yang bertiup.

4. Sukses Lailatul Qodar
Lailatul Qodar merupakan malam istimewa yang diperuntukkan oleh Alloh untuk hamba-hambanya yang beriman dan selalu beribadah dalam malam tersebut. Beribadah dalam malam qodar tersebut lebih baik apabila dibandingkan dengan beribadah selama seribu bulan tanpa ada cacat cela dan maksiat. Sungguh beruntung bagi yang bisa mendapatkannya, semoga kita bisa mendapatkannya.

5. Sukses Zakat Fitrah
Zakat fitrah merupakan kunci kewajiban dalam rangkaian menjalankan ibadah puasa. Masing-masing yang bernapas mempunyai kewajiban menunaikan zakat fitrah sebelum sholat idul fitri. Sebab diterangkan oleh Rosululloh apabila Zakat fitrah tidak ditunaikan maka pahala amalan puasa masing digantungkan oleh Alloh belum dapat diberikan kepada hamba yang berpuasa tersebut.

Semoga saya, anda sekalian bisa mendapatkan kesuksesan-kesuksesan dalam bulan Ramadhan. Amiin..