Powered By Blogger

Sabtu, 28 November 2009

LDII OKU Timur Kurban 46 Ekor Sapi dan 180 Ekor Kambing



Suasana Penyembelihan Hewan Kurban



Daging-daging Hewan Kurban Siap Dibagikan Kepada Yang Berhak Menerima

LDII OKU Timur Kurban 46 Ekor Sapi dan 180 Ekor Kambing

Warga LDII OKU Timur pada Idul Adha tahun ini menyembelih hewan kurban sebanyak 46 Ekor sapi dan 180 ekor kambing. Kegiatan kurban ini merupakan ibadah yang rutin dilaksanakan warga LDII OKU Timur setiap tahun. Adapun pelaksanaannya dilakukan di masing-masing PC dan PAC. Daging hewan kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar masjid-masjid tempat pelaksanaan kurban tersebut.

Ketua DPD LDII OKU Timur, Kholidin, SP mengatakan “Alhamdulillah pada Idul Adha tahun 1429 H ini warga LDII yang melaksanakan kurban mengalami peningkatan, semoga di tahun berikutnya lebih meningkat lagi sebagai perwujudan menjalankan perintah agama dan juga untuk membantu Saudara-saudara kita yang masih membutuhkan”.

Jumat, 20 November 2009

Profil Masjid Baabul Izza Murniyoso



Masjid Baabul Izza merupakan salah satu masjid yang menjadi tempat kegiatan warga LDII OKU Timur. Masjid ini terletak di desa Tugu Harum kecamatan Belitang Madang Raya Kabupaten OKU Timur, tepatnya di Murniyoso. Letaknya yang strategis yaitu di tepi jalan poros Belitang Palembang di pusat kota Belitang menjadikan masjid Baabul Izza ini semakin anggun. Dibangun kira-kira sejak tahun 1980 kemudian dilakukan perombakan dan perluasan pada tahun 2004 yang lalu. Masjid yang pembangunannya menelan dana sekitar 0,4M ini terdiri dari dua lantai, satu kubah utama dan dipercantik dengan empat kubah menaranya yang semuanya berbentuk kubah bawang. Masjid ini dapat menampung jamaah sekitar 1.000 orang dan dilengkapi dengan halaman parkir yang memadai.

Rabu, 28 Oktober 2009

Kisah Penghuni Surga Terakhir

Kisah Penghuni Surga Terakhir

Bahwa Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami pada hari kiamat? Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat bulan di malam purnama?

Para sahabat menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat matahari yang tidak tertutup awan?

Mereka menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. bersabda: Seperti itulah kalian akan melihat Allah. Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka ia mengikuti sembahannya itu. Orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, orang yang menyembah berhala mengikuti berhala.

Tinggallah umat ini, termasuk di antaranya yang munafik. Kemudian Allah datang kepada mereka dalam bentuk selain bentuk-Nya yang mereka kenal, seraya berfirman: Akulah Tuhan kalian.

Mereka (umat ini) berkata: Kami berlindung kepada Allah darimu. Ini adalah tempat kami, sampai Tuhan kami datang kepada kami. Apabila Tuhan datang, kami tentu mengenal-Nya.

Lalu Allah Taala datang kepada mereka dalam bentuk-Nya yang telah mereka kenal. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian.

Mereka pun berkata: Engkau Tuhan kami.

Mereka mengikuti-Nya. Dan Allah membentangkan jembatan di atas neraka Jahanam.

Aku (Rasulullah saw.) dan umatkulah yang pertama kali melintas. Pada saat itu, yang berbicara hanyalah para rasul. Doa para rasul saat itu adalah: Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.

Di dalam neraka Jahanam terdapat besi berkait seperti duri Sakdan (nama tumbuhan yang berduri besar di setiap sisinya).

Pernahkah kalian melihat Sakdan? Para sahabat menjawab: Ya, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. melanjutkan: Besi berkait itu seperti duri Sakdan, tetapi hanya Allah yang tahu seberapa besarnya. Besi berkait itu merenggut manusia dengan amal-amal mereka. Di antara mereka ada orang yang beriman, maka tetaplah amalnya. Dan di antara mereka ada yang dapat melintas, hingga selamat.

Setelah Allah selesai memberikan keputusan untuk para hamba dan dengan rahmat-Nya Dia ingin mengeluarkan orang-orang di antara ahli neraka yang Dia kehendaki, maka Dia memerintah para malaikat untuk mengeluarkan orang-orang yang tidak pernah menyekutukan Allah. Itulah orang-orang yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan rahmat-Nya, yang mengucap: “Laa ilaaha illallah”.

Para malaikat mengenali mereka di neraka dengan adanya bekas sujud. Api neraka memakan tubuh anak keturunan Adam, kecuali bekas sujud. Allah melarang neraka memakan bekas sujud. Mereka dikeluarkan dari neraka, dalam keadaan hangus. Lalu mereka disiram dengan air kehidupan, sehingga mereka menjadi tumbuh seperti biji-bijian tumbuh dalam kandungan banjir (lumpur).

Kemudian selesailah Allah Taala memberi keputusan di antara para hamba. Tinggal seorang lelaki yang menghadapkan wajahnya ke neraka. Dia adalah ahli surga yang terakhir masuk. Dia berkata: Ya Tuhanku, palingkanlah wajahku dari neraka, anginnya benar-benar menamparku dan nyala apinya membakarku. Dia terus memohon apa yang dibolehkan kepada Allah.

Kemudian Allah Taala berfirman: Mungkin, jika Aku mengabulkan permintaanmu, engkau akan meminta yang lain.

Orang itu menjawab: Aku tidak akan minta yang lain kepada-Mu.

Maka ia pun berjanji kepada Allah. Lalu Allah memalingkan wajahnya dari neraka. Ketika ia telah menghadap dan melihat surga, ia pun diam tertegun, kemudian berkata: Ya Tuhanku, majukanlah aku ke pintu surga.

Allah berkata: Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta kepada-Ku selain apa yang sudah Kuberikan, celaka engkau, hai anak-cucu Adam, ternyata engkau tidak menepati janji.

Orang itu berkata: Ya Tuhanku! Dia memohon terus kepada Allah, hingga Allah berfirman kepadanya: Mungkin jika Aku memberimu apa yang engkau pinta, engkau akan meminta yang lain lagi.

Orang itu berkata: Tidak, demi Keagungan-Mu. Dan ia berjanji lagi kepada Tuhannya. Lalu Allah mendekatkannya ke pintu surga. Setelah ia berdiri di ambang pintu surga, ternyata pintu surga terbuka lebar baginya, sehingga ia dapat melihat dengan jelas keindahan dan kesenangan yang ada di dalamnya.

Dia pun diam tertegun. Kemudian berkata: Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam surga.

Allah Taala berfirman kepadanya: Bukankah engkau telah berjanji tidak akan meminta selain apa yang telah Aku berikan? Celaka engkau, hai anak cucu Adam, betapa engkau tidak dapat menepati janji!

Orang itu berkata: Ya Tuhanku, aku tidak ingin menjadi makhluk-Mu yang paling malang. Dia terus memohon kepada Allah, sehingga membuat Allah Taala tertawa (ridha).

Ketika Allah Taala tertawa Dia berfirman: Masuklah engkau ke surga. Setelah orang itu masuk surga, Allah berfirman kepadanya: Inginkanlah sesuatu! Orang itu meminta kepada Tuhannya, sampai Allah mengingatkannya tentang ini dan itu. Ketika telah habis keinginan-keinginannya, Allah Taala berfirman: Itu semua untukmu, begitu pula yang semisalnya

(HR Muslim no 267)

Minggu, 13 September 2009

Sukses Bulan Ramadhan

Sukses Bulan Ramadhan

Bulan puasa sudah menginjak hari-hari terakhir dan setiap manusia sudah banyak yang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi lebaran. Seolah tersihir dengan suasana lebaran yang di depan mata sehingga justru pada hari-hari terakhir di bulan Ramadhan ini justru Alloh memberikan sesuatu yang sangat spesial yaitu adanya satu hari yang lebih baik daripada seribu bulan tanpa cacat dan cela sedikitpun. Hari itu adalah malam Qodar dimana Rosullulloh memberikan ancer-ancer (red) tanda waktu yaitu pada sepuluh malam terkahir bulan Ramadhan. Sehingga Rosullulloh menganjurkan untuk itikaf dan memperbanyak amal ibadah karena Alloh pada malam-malam tersebut. Inilah puncak dari spesialnya bulan Ramadhan.

Tetapi secara keseluruhan puncak prestasi masing-masing hamba yang beriman dalam menghadapi bulan Ramadhan ada 5 kesuksesan, yaitu :

1. Sukses Berpuasa,
yaitu dengan menjalankan puasa dengan menahan rasa haus dan lapar di siang hari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari dan menahan hawa nafsu baik yang membatalkan puasa itu sendiri maupun yang meggagalkan pahala puasa itu sendiri. Sehingga dalam suatu hadist, Rosululloh memberikan wejangan bahwa seandainya diantara kalian ada yang sedang berpuasa kemudian ada orang yang lain mengajak atau memancing untuk bertengkar maka supaya jangan dilayani dan supaya mengatakan kepadanya bahwa “inni so’imun, inni so’imun (saya sedang berpuasa, saya sedang berpuasa)”

2. Sukses Taraweh
Taraweh merupakan rangkaian dari amalan ibadah sholat sunah malam (qiyamul lail) yang dianjurkan oleh Rosululloh pada waktu bulan puasa dan mempunyai pahala yang berlipat dari Alloh.

3. Sukses Shodaqoh
Sodaqoh dan infak merupakan kewajiban hambanya Alloh dari apa-apa yang telah diberikan oleh Alloh kepada hambanya. Shodaqoh pada bulan Ramadhan sangat dianjurkan oleh Rosululloh, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Beliau. Diterangkan bahwa pada bulan Ramadhan Rasululloh sangat senang sekali bershodaqoh sehingga degambarkan sebagaimana lebih cepat daripada angin yang bertiup.

4. Sukses Lailatul Qodar
Lailatul Qodar merupakan malam istimewa yang diperuntukkan oleh Alloh untuk hamba-hambanya yang beriman dan selalu beribadah dalam malam tersebut. Beribadah dalam malam qodar tersebut lebih baik apabila dibandingkan dengan beribadah selama seribu bulan tanpa ada cacat cela dan maksiat. Sungguh beruntung bagi yang bisa mendapatkannya, semoga kita bisa mendapatkannya.

5. Sukses Zakat Fitrah
Zakat fitrah merupakan kunci kewajiban dalam rangkaian menjalankan ibadah puasa. Masing-masing yang bernapas mempunyai kewajiban menunaikan zakat fitrah sebelum sholat idul fitri. Sebab diterangkan oleh Rosululloh apabila Zakat fitrah tidak ditunaikan maka pahala amalan puasa masing digantungkan oleh Alloh belum dapat diberikan kepada hamba yang berpuasa tersebut.

Semoga saya, anda sekalian bisa mendapatkan kesuksesan-kesuksesan dalam bulan Ramadhan. Amiin..
Relawan LDII Untuk Kemanusiaan Gempa Bumi

Musibah Gempa Bumi yang terjadi pada tanggal 2 September 2009 lalu yang berpusat di laut Tasikmalaya, mengingatkan kembali pada musibah gempa bumi sebelumnya seperti tsunami di Aceh dan Nias, Bantul & Klaten serta Bengkulu. Kini warga sepanjang Laut Selatan mengalami musibah, mereka semua membutuhkan bantuan dari kita, kalau bukan kita siapa lagi yang membatu mereka saudara kita sebangsa dan setanah air.


Relawan LDII dari Jakarta pada tanggal 3 September 2009 yang lalu bergabung dengan Relawan LDII dari Provinsi Jawa Barat.Tahap pertama ini Relawan LDII dari Jakarta bembawa 2 tenda Peleton, beras 5 kwintal, mie 50 dus, air mineral 20 dus.Bantuan ini akan ditempatkan pada daerah yang sangat parah mengalami musibah gempa tersebut.

Kontribusi LDII Terhadap Masyarakat Melalui Gerakan Internet Sehat

Kontribusi LDII Terhadap Masyarakat Melalui Gerakan Internet Sehat

Seksama kita ketahui Internet dapat digambarkan seperti pisau bermata dua yaitu satu sisi mempunyai nilai positif dan sisi lainnya bernilai negatif. untuk itu kita harus cermat bagaimana Internet itu bisa bermanfaat bagi kita khususnya bisa bermanfaat untuk dakwah dalam membangun Ukhuwah Islamiyah.

Pelatihan Internet Sehat yang diadakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Bandung beberapa waktu yang lalu, tidak hanya sampai disitu saja namun LDII sangat serius untuk berkontribusi pada masyarakat luas khususnya dalam berdakwah melalui Internet (dunia maya) hal ini ditindaklanjuti penandatanganan MOU antara LDII dengan Depkominfo pada tanggal 1 September 2009 di Grand Indonesia - Jakarta.

Penandatanganan MOU LDII-Depkominfo tentang Gerakan Internet Sehat dilakukan oleh Ir. H. Prasetyo Sunaryo (Ketua DPP LDII) dengan disaksikan oleh Prof. Dr. M. Nuh, DEA (Menkominfo), Pak Ir. Cahyana MH (Kalitbang Depkominfo), Ir. Aswin Sasongko (Dirjen Aplikasi Telematika) dan KH. Ma'ruf Amin (Ketua MUI).

Depkominfo melakukan kerjasama ini dikarenakan LDII memiliki jaringan yang sangat luas hingga ke daerah-daerah terpencil, sehingga sangat efektif untuk penggerak dan mensosialisasikan gerakan internet sehat yang dicanangkan oleh pemerintah.

Waktu Ibadah Dan Kemu

Waktu Ibadah Dan Kemu

Mari kita hitung, berapa banyak waktu yang kita alokasikan untuk ibadah. Sesuai dalilnya kalau jin dan munusia itu dicipta sebenarnya untuk ibadah pada Allah. Apalagi nanti balasannya adalah surga. Nah bagaimana peta jalan ke surga itu? Inilah sedikit kalkulasinya.

Rata – rata usia harapan hidup manusia kita ambil 65 tahun, maka waktu ibadah efektifnya harus dikurangi masa baligh. Jadi, 65 tahun dikurang 15 tahun sebagai rata – rata usia baligh bagi laki – laki. Karena sebelum baligh belum tercatat sebagai amalan pribadi. Akhirnya waktu ibadah kita ternyata hanya 50 tahun saja.

Apakah 50 tahun ini full untuk ibadah? Mari kita simak, bahwa manusia dalam 24 jam itu biasanya melakukan aktifitas sebagai berikut, tidur rata – rata 7 jam, bekerja 12 jam, aktivitas lainnya seperti ngobrol, bercengkrama, santai, bermain, nonton TV, dll kurang lebih 4 jam dan sisanya ternyata hanya 1 jam saja untuk ibadah. Sedikit bukan? Jika kita hitung selama 50 tahun total ibadah kita tak lebih dari 2 tahun atau cuma 4 % saja. Paling banyak waktu dialokasikan untuk bekerja (25 tahun), tidur (15 tahun) dan aktifitas lainnya (8 tahun).

Melihat kalkulasi ini betapa besar fadhl dan rahmat Allah yang diberikan kepada kita. Yang sedikit itu ternyata dibalas dengan surga. Jadi tidak sepantasnya kita malas untuk beribadah. Karena waktu ibadah kita ternyata lebih sedikit ketimbang waktu tidur kita. Dan Allah ridho dengan yang sedikit itu asalkan kita juga ridho menjaga niat kita tetap mukhlish lillah karena Allah dalam setiap amal ibadah kita. Hanya itu? Ya...

Kemu

Kalau anak saya yang pertama lain lagi. Memang dia sudah full puasa seharian. Namun ada satu tindakannya yang mencurigakan - aneh, yang saya perhatikan. Kalau sudah jam 12 lewat, dia suka pergi bolak – balik ke bak mandi dan kemu (berkumur - kumur) sambil raup atau cuci muka. Kemudian saya tanya, ”Kok ke kamar mandi terus?”
”Haus. Panasss....” katanya.
”Tapi gak boleh minum lho ya,,,” kata saya.
”Nggak kok, kan puasa,,,” sergahnya.

Kejadian itu mengingatkan aku kala bocah. Ketika siang tiba, saya selalu tengkurep di kolah (bak besar tempat wudhu di masjid kampung saya). Tak lain juga untuk raup dan kemu, sambil ngisep – ngisep dikit airnya. Jadi kalau anak saya berbuat begitu, saya hanya bisa mesam – mesem saja. Lha wong sudah pengalaman je,,,? Semoga semua menjadi pelajaran yang berharga buat dia.

Pengalaman memberikan ruang yang luas bagi sebuah pemahaman. Bersyukurlah bagi yang sudah punya banyak pengalaman hidup. Darinya kita bisa melihat indahnya dunia. Bukan menghakimi, tetapi menikmatinya.

Oleh :Faizunal Abdillah