Powered By Blogger

Senin, 21 Februari 2011

Jangan Sepelekan Ibu Rumah Tangga (Peran Besar Ibu Rumah Tangga)

Anda mungkin kagum mendengar nama Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan yang sekarang bekerja di Bank Dunia sebagai direktur pelaksana dan berkantor di Amerika Serikat. Lebih takjub lagi apabila melihat deretan profil wanita yang sukses memegang jabatan penting seperti Indira Gandhi, Golda Meir, Margareth Thatcher, Angela Markel, atau Ellen Johnson. Namun yang acap terlupakan, siapa yang mampu menjadikan mereka sukses? Keberhasilan tidak datang sendiri. Perlu bimbingan. Siapa yang berperan di balik kesuksesan mereka? Tak lain dan tak bukan adalah sosok Ibu Rumah Tangga. Begitu besarnya peranan seorang ibu rumah tangga.

Ketika tabungan anak anda yang baru berusia lima tahun mulai penuh, dan saat Anda bertanya, “Mau untuk apa Nak, uang tabungannya?” Hati terasa terharu ketika anak Anda menjawab, “Mau beli CD Murottal, Ma!” Padahal anak-anak lain seusianya kebanyakan menjawab, “Mau beli PS!”. Atau ketika ditanya tentang cita-citanya, “Adek pengin jadi muballegh yang paham!” Haru... mendengar jawaban seperti ini dari seorang anak tatkala anak-anak seusianya bermimpi, “Pengin jadi superman!”
Jiwa seperti ini bagaimana membentuknya? Butuh seorang pendidik yang ulet dan telaten, bersungguh-sungguh dengan tekad yang kuat. Seorang yang sabar untuk setiap hari menempa dengan dibekali ilmu yang kuat. Penuh dengan tawakkal kepada Alloh. Lalu... jika seperti ini, bisakah kita begitu saja menitipkannya pada pembantu atau membiarkan anak tumbuh begitu saja? Kita sama-sama tahu bahwa kondisi sekarang ini di sekitar bagaimana acara TV yang lebih banyak mudhorot daripada manfaatnya, maraknya game online dan internet di mana-mana, HP, lingkungan yang amburadul dan lain-lain. Siapa lagi kalau bukan kita wahai para ibu yang harus mendidik anak kita sendiri?

Memang terkdang kita merasa kagum ketika mendengar ada seorang wanita lulusan sebuah universitas ternama telah bekerja di sebuah perusahaan bonafit dengan gaji puluhan juta rupiah per bulan. Belum lagi perusahaan tersebut menugaskan wanita tersebut terbang ke luar negeri untuk menyelesaikan urusan perusahaan. Tergambar seolah kesuksesan telah diraih. Benarkah seperti itu? Nanti dulu!

Kebanyakan orang akan beranggapan demikian. Sesuatu dikatakan sukses lebih dinilai dari segi materi sehingga jika ada sesuatu yang tidak memberi nilai materi dianggap remeh. Cara pandang yang demikian membuat banyak wanita muslimah bergeser dari fitrahnya. Berpandangan bahwa sekarang sudah saatnya wanita tidak hanya tinggal di rumah menjadi ibu, tapi sekarang wanita “menunjukkan eksistensi diri” di luar. Menggambarkan dan menganggap seolah-olah menjadi seorang ibu yang tinggal di rumah adalah hal yang rendah.

Kita bisa dapati ketika seorang ibu rumah tangga ditanya teman lama, “Sekarang kerja di man?” rasanya terasa berat untuk menjawab, berusaha mengalihkan pembicaraan atau menjawab dengan suara lirih sambil tertunduk, “Saya ibu rumah tangga”. Rasanya malu! Apalagi jika teman lama yang menanyakan itu “sukses” berkarir di sebuah perusahaan besar.

Atau kita bisa dapati ketika ada seorang muslimah lulusan universitas ternama dengan prestasi bagus atau bahkan berpredikat cumlaude hendak berkhidmat di rumah menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya, dia harus berhadapan dengan “nasehat” dari bapak tercintanya, “Putriku! Kamu kan sudah sarjana, cumlaude lagi! Sayang kalau di rumah saja mengurus suami dan anak-anak.” Padahal putri tercintanya hendak berkhidmat dengan sesuatu yang mulia, yaitu sesuatu yang memang menjadi tanggung jawabnya, mengurus rumah tangga.

Pertumbuhan suatu bangsa pertama kali berada di buaian para ibu. Ini berarti seorang ibu telah mengambil jatah yang besar dalam pembentukan kepribadian sebuah generasi. Ini adalah tugas yang besar! Mengajari mereka kalimat Laa Ilaaha Illalloh, menancapkan tauhid ke dada-dada mereka, menanamkan kecintaan pada Al Qur’an dan As Sunah sebagai pedoman hidup, kecintaan pada ilmu, kecintaan pada Al Haq, mengajari mereka cara beribadah kepada Alloh yang telah menciptakan mereka, mengajari akhlak-akhlak mulia, mengajari mereka menjadi pemberani tapi tidak sombong, mengajari mereka untuk bersyukur, mengajari bersabar, mengajari mereka arti disiplin, tanggung jawab, mengajari mereka rasa empati, menghargai orang lain, memaafkan, dan masih banyak lagi. Seorang ulama pernah memberikan tausiahnya, bahwa seorang ibu adalah ratu di dalam rumah tangga. Ini benar adanya.

Termasuk di dalamnya hal yang menurut banyak orang dianggap sebagai sesuatu yang kecil dan remeh, seperti mengajarkan pada anak adab ke kamar mandi. Bukan sekedar supaya anak tahu bahwa masuk kamar mandi itu dengan kaki kiri, tapi bagaimana supaya hal semacam itu bisa menjadi kebiasaan yang lekat padanya. Butuh ketelatenan dan kesabaran yang luar biasa untuk membiasakannya.
Alloh telah berfirman dalam Al Qur’an :

“Hai orang –orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras yang tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS. At Tahrim ayat 6). Firman Alloh, “Peliharalah dirimu dan keluargamu!” menggunakan Fi’il Amr (kata kerja perintah) yang menunjukkan bahwa hukumnya wajib. Oleh karena itu semua kaum muslimin yang mempunyai keluarga wajib menyelamatkan diri dan keluarga dari bahaya api neraka.
Dari keterangan di atas, nampak jelas bahwa setiap insan yang ada hubungan keluarga dan kerabat hendaknya saling kerjasama, saling menasehati dan turut mendidik keluarga. Utamanya orang tua kepada anak, karena mereka sangat membutuhkan bimbingannya. Orang tua hendaknya memelihara fitrah anak agar tidak kena noda syirik dan dosa-dosa lainnya. Ini adalah tanggung jawab yang besar yang kita akan dimintai pertanggungjawabannya.

Setelah kita memahami besarnya peran dan tanggung jawab seorang ibu sebagai seorang pendidik, melihat realita yang ada sekarang ini sepertinya keadaannya sangat menyedihkan!Tidak semua memang tetapi banyak dari para ibu yang sibuk bekerja dan memperhatikan bagaimana pendidikan anak mereka. Tidak memperhatikan bagaimana aqidah mereka, apakah terkotori dengan syirik atau tidak. Bagaimana ibadah mereka, apakah sholat mereka telah benar apa tidak, atau bahkan tidak mengerjakannya.. Bagaiman mungkin pekerjaan menancapkan tauhid di dada-dada generasi muslim bisa dibandingkan dengan gaji puluhan juta rupiah? Sungguh sangat jauh perbandingannya.

Anehnya lagi, banyak ibu-ibu yang sebenarnya tinggal di rumah namun tidak juga mereka memperhatikan pendidikan anaknya, bagaiman kepribadian anak dibentuk. Sedih! Padahal anak adalah investasi bagi orang tua di dunia dan akherat. Setiap upaya yang kita lakukan demi mendidiknya dangan ikhlas adalah suatu kebajikan. Setiap kebajikan akan mendapat balasan pahala dari Alloh.

Atau memang yang kit inginkan adalah kesuksesan karir anak kita yaitu meraih hidup yang “berkecukupan”? Cukup untuk membeli rumah mewah, cukup untuk membeli mobil mentereng, cukup untuk membayar gaji 10 pembantu, mempunyai keluarga bahagai yang berakhir pekan di villa. Tanpa memperhatikan bagaimana aqidah, bagaimana ibadah, asal tidak bertengkar dan bisa senyum dan tertawa ria di rumah disebutlah itu dengan bahagia?

Ingatlah ketika usia mulai senja, mata mulai rabun, pendengaran mulai kabur, tulang mulai rapuh, atau bahkan tubuh ini hanya mampu berbaring dan tidak bisa bangkit dari ranjang untuk sekedar berjalan, siapa yang mau mengurus kita kalau tidak pernah mendidik anak-anak kita? Bukankah mereka sedang sibuk dengan karir mereka yang dulu pernah kita banggakan, atau mungkin sedang asyik dengan istri dan anak-anak mereka?
Ketika malaikat maut datang menjemput, ketika jasad telah dimasukkan ke dalam liang lahat, ketika diri sangat membutuhkan doa padahal pada hari itu diri sudah tidak mampu berbuat apa-apa karena pintu amal telah ditutup, siapakah yang mendoakan kita kalau kita tidak pernah mengajari anak-anak kita?

Lalu...Masihkan kita mengatakan jabatan ibu rumah tangga dengan kata “Cuma”? dengan tertunduk dan suara lirih karena malu? Ingatlah ibu adalah ratu dalam rumah tangga!.

Peran Istri Dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah

Keluarga yang sakinah merupakan dambaan bagi setiap orang. Karena dalam keluarga sakinah seseorang akan dapat mengecap kebahagiaan yang tiada taranya. Dalam keluarga sakinah, seorang anak akan dapat tumbuh dengan baik, serta keharmonisan akan terus terjaga.

Banyak faktor yang mendasari terbentuknya sebuah keluarga yang sakinah. Peran dari masing-masing anggota juga sangat penting untuk dapat mewujudkan keluarga yang sakinah. Suami, istri, dan anggota keluarga lain memiliki peranan masing-masing.
Selain suami, peran seorang istri berpengaruh cukup besar untuk mampu menciptkan sebuah keluarga saminah. Hal ini karena tanggung jawab utama seorang istri (bersama suami) adalah menciptakan keutuhan dalam rumah tangga. Lantas bagaimanakah cara seorang istri untuk menciptakan keluarga sakinah? Jawabnya adalah banyak! Diantara sekian banyak peran istri, beberapa hal yang cukup penting dan kadang terlupakan oleh seorang istri adalah:

1. Memberikan sambutan yang menyenangkan
Tugas utama seorang suami adalah mencari nafkah untuk keluarganya. Suami akan berusaha semaksimal mungkin menafkahi keluarganya dengan cara yang halal. Setelah seharian bekerja di luar rumah, tentunya sangat penat, lelah dan capek akan dirasakan oleh suami. Di sinilah peran istri untuk menghilangkan, atau setidaknya mengurangi rasa penat suaminya.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seorang istri dalam menyambut pulangnya sang “nahkoda”, diantaranya adalah :

Menampakkan wajah cerah
Sambutlah kedatangan suami dengan wajah yang cerah. Karena menyambut kedatangan suami dengan wajah yang cerah akan mengurangi rasa penat yang ada. Jangan menyambut suami yang beru pulang kerja dengan wajah cemberut, apalagi marah-marah. Hal ini akan membuat suami yang telah lelah bekerja menjadi kesal.

Menyampaikan berita yang menyenangkan
Apabila istri mempunyai beberapa berita untuk suami, baik itu yang menyenangkan maupun yang kurang mengenakkan hati, jangan langsung memberitahukannya sekaligus. Sampaikan berita yang menyenangkan dahulu kepada suami.Setelah suami beristirahat dan rasa lelahnya berkurang atau bahkan hilang, baru sampaikan kepadanya berita yang kurang menyenangkan. Hal ini akan berpengaruh pada respon suami terhadap berita tersebut.

Mengungkapkan kerinduan
Ucapkan kata-kata yang manis kepada suami sebagai tanda kerinduan sang istri pada suaminya. Kata-kata yang mengandung kerinduan dari sang istri akan mampu mengembalikan semangat suami, setelah seharian berpeluh mencari nafkah.

Menyajikan hidangan untuk suami
Alangkah baiknya jika kedatangan suami juga disambut dengan hidangan ringan, sebelum melakukan makan bersama. Hidangan ini dapat berupa minuman hangat, baik berupa teh, kopi atau minuman lain kesukaan suami. Apalagi ditambah dengan camilan kecil. Dengan menyajikan hidangan ini suami akan merasa lebih diperhatikan.

2. Memperindah dan memperlembut suara
Kita kadang sering menjumpai seorang istri yang menyambut kedatangan suaminya dengan hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan. Entah itu dengan nada kesal, marah, atau lainnya. Terlebih lagi jika suami terlambat pulang. Janganlah hal ini dilakukan, karena hanya akan memancing emosi dari suami. Apapun yang terjadi berbicaralah kepada suami dengan lembut dan santun. Jika istri berbicara dengan suami secara lembut, maka suami dengan sendirinya akan menghargai sang istri.

3. Berhias
Sudah menjadi kebiasaan wanita jaman sekarang untuk tampil mempercantik diri dengan berhias. Namun sayangnya mereka (terutama para istri) berhias jika hanya akan keluar rumah. Padahal jelas-jelas dalam sebuah hadist, Rosululloh menganjurkan istri supaya berhias untuk suami mereka. Namun justru istri berhias jika ingin pergi keluar rumah, dan tampil “acak-acakan” jika dalam rumah meskipun ada suaminya.
Hal inilah yang harus dirubah. Sebaiknya para istri berhias untuk suami mereka, sehingga suaminya merasa betah di rumah serta bangga dengan istrinya.

4. Melayani kebutuhan biologis suami...Ehem
Seorang istri diwajibkan untuk melayani kebutuhan biologis suami, kecuali jika sedang ada “halangan”. Dalam melayani suami seorang istri harus melakukannya dengan ikhlas sehingga suami merasa senang dengan pelayanan sang istri sehingga tidak tertarik dengan “rumput” lain di luar rumah.

5. Ikhlas menerima keadaan
Seorang istri sebaiknya merasa ikhlas dalam menerima keadaan keluarga. Apapun keadaan keluarganya, istri yang ikhlas dalam menerimanya akan meningkatkan rasa sayang suami. Meskipun kekurangan, tapi jika ikhlas menerimanya, insya Alloh akan menjadi barokah.

6. Menjaga kesetiaan
Setia adalah salah satu kunci dalam membina keutuhan sebuah keluarga. Baik suami atau istri wajib untuk menjaga kesetiaannya terhadap pasangan hidup masing-masing. Dengan menjaga kesetiaan, insya Alloh kehidupan keluarga akan bahagia.

7. Meredakan amarah suami
Sering karena suatu hal, suami marah entah terhadap istri, anak-anak maupun hal-hal lain. Jika suami sedang marah, istri jangan lantas ikutan marah. Hal ini hanya akan berakibat fatal. Redakan amarah suami dengan bujukan dan rayuan, karena bukankah seorang wanita itu pintar dalam mencuri hati laki-laki?

8. Menjaga kehormatan
Kehormatan di sini bukan hanya kehormatan sang istri sendiri. Istri juga harus mampu menjaga kehormatan keluarganya. Jangan umbar aib keluarga kepada orang lain, meskipun itu orang tua sendiri. Hal ini hanya akan membuat kehormatan keluarga tercoreng.

9. Memuliakan keluarga dan tamu suami
Anggaplah keluarga suami sebagai keluarga sendiri. Hargai dan hormati tamu-tamu yang ingin bertemu dengan suami. Jangan karena tamu suami, sang istri tidak mau menghargainya. Hal ini hanya akan menimbulkan perpecahan dalam keluarga.

10. Sabar
Bersabarlah dalam menghadapi kehidupan ini. Apapun yang terjadi, sikap sabar merupakan hal yang paling utama.

11. Merapikan rumah
Rumah yang rapi, bersih, dan nyaman merupakan rumah yang disenangi oleh semua anggota keluarga. Merapikan rumah adalah salah satu tanggung jawab istri. Jangan biarkan rumah dalam keadaan berantakan, karena hanya akan membuat penghuninya tidak merasa betah untuk tinggal di dalamnya.

12. Menghormati dan menghargai orang tua suami
Acapkali dijumpai seorang istri sangat menghormat suaminya tetapi kurang bahkan tidak menghormati pada orang tua suaminya, bahkan meremehkannya. Hal ini jangan sampai terjadi karena sejatinya seorang suami yang harus ditaatinya itupun masih harus menghormat dan mengagungkan orang tuanya. Ingat ridho Alloh beserta ridho orang tua, dan murkanya Alloh beserta murka orang tua.

Jika istri,suami, dan anggota keluarga lain sudah tahu dan menjalankan tugas-tugasnya, insya Alloh keluarga sakinah yang diidamkan akan terwujud. Amiin.

Kamis, 23 Desember 2010

JK : Indonesia Butuh Pemimpin yang Bisa Wujudkan Kemakmuran yang Adil




Republika.co.id. Indonesia membutuhkan pemimpin yang mempu menggapai tujuan negara, yakni kemakmuran yang adil bagi seluruh rakyatnya. Keadilan itu dianggap sebagai syarat penting untuk menjaga keutuhan bangsa dan multietnis yang ada di negeri ini.

Demikian pendapat mantan wakil presiden Yusuf Kalla saat dialog karakter bangsa yang diselenggarakan pengurus pusat LDII di Jakarta. “Tujuan berbangsa adalah mencapai kemakmuran yang adil”, ujar pria yang akrab disapa JK ini.

Belajar dari pengalaman di negeri ini, JK mengatakan banyak pembrontakan yang terjadi di masa lalu karena dipicu oleh perlakuan yang tidak adil. Dia contohkan mulai dari peristiwa PRRI/Permesta sampai Gerakan Aceh Merdeka. Bahkan, konflik yang pernah terjadi di Poso dan Ambon pun, dilihatnya diawali oleh rasa ketidakadilan.

Menurut JK, pemimpin di Ondonesia harus mampu membawa negeri ini mencapai tujuan dengan cara-cara yang sah dan benar. Demokrasi, baginya hanyalah alat atau cara untuk mencapai tujuan negara, yakni kemakmuran. “Hanya kepemimpinan yang kuat yang dapat perssatukan ini semua,” tegasnya.



Orangtua yang memukul dan menghajar anaknya serta memaki, sudah berada dalam posisi lepas kendali dan putus asa. Orangtua yang lepas kendali dan putus asa akan mendidik anak dengan cara “biadab”.

MUudah-mudahan Anda tidak termasuk orang tua yang suka menghajar anaknya dengan keras bahkan kejam, dengan dalih sayang. Karena anak adalah juga manusia yang diciptakan Allah dengan kesempurnaan dan kemampuan yang luar biasa. Banyak orangtua yang mendidik anak dengan cara menghajar anak mereka. Sedikit-sedikit pokoknya hajar. Mereka juga tidak segan-segan memaki dan membentak anak mereka jika melakukan kesalahan atau pelanggaran.

Seorang anak memiliki rasa penasaran yang besar. Saraf-sarafnya ingin berkembang lebih pesat. Mereka melakukan ini dan itu, mencoba banyak hal-hal baru. Mereka meniru/memodel siapa saja yang mereka anggap asyik dan keren untuk ditiru. Seringkali anak-anak melakukan banyak kenakalan karena ingin mencari perhatian entah itu dari orangtuanya, guru maupun dari teman-teman mainnya.

Hal pertama yang sebaiknya diajarkan untuk dipahami seorang anak adalah tentang moralitas spiritual dan konsekuensi. Anak diajarkan untuk bertanggungjawab atas konsekuensi pilihan yang dia ambil. Bantu sang anak belajar menghormati diri, maka ia akan berlaku terhormat dan menghormati orang lain. Dan tentu saja ini dimulai dengan menjadi orang tua yang mampu menghormati diri, keluarga, dan sang anak dengan baik. Selain itu anak harus diajari akan adanya keberadaan Tuhan dengan baik, kemudian memberitahu apa yang menjadi panggilan dan tujuan hidupnya terlahir ke dunia ini. nuansaonline.net

Senin, 31 Mei 2010

Jauhi Pacaran (Gerbang Tol Menuju Neraka)




Miris nggak kalo baca hasil survei terakhir Komisi Perlindungan Anak (KPA) yang mengungkapkan data bahwa 97 persen remaja di Indonesia pernah menonton atau mengakses pornografi, 93 persen pernah berciuman, 62,7 persen PERNAH BERHUBUNGAN BADAN, serta 21 persen remaja telah melakukan aborsi.

Data lain mengungkapkan bahwa 30% pelajar SMP pernah melakukan hubungan badan di luar nikah alias berzina. Masya Allooh.. Na'udzubillaahimindzaalik..

Inilah dampak kebebasan yang begitu diagung-agungkan, begitu banyak Media Televisi,Majalah, Koran, DVD, FIlm, Internet yang menayangakan informasi yang salah, dan ini salah satu dampak kehancuran budaya bangsa akibat tayangan TV yang tidak bermoral. hal ini dapat kita lihat dari perubahan pandangan di masyarakat dimana terjadi perubahan nilai atau cara pandang terhadap pergaulan antar lawan jenis yang ternyata sudah berubah. Kalau dulu, pacaran atau bermesraan di depan umum dianggap tabu, kini hal itu dianggap biasa. Jangankan bersentuhan atau
sekadar berciuman, yang lebih dari itu pun bahkan dilakukan, dengan tanpa rasa malu! Pelan tapi pasti, para pelaku pacaran tersebut akhirnya terjerumus kedalam jurang dosa karena melakukan perbuatan yang amat keji dan dilarang oleh Alloh SWT, yaitu BERZINA..!!

Mendekati zina saja sudah dilarang, apalagi melakukannya. Allah pun mengkategorikan zina sebagai dosa besar. Dalam Al Qur'an surat Al Isra' ayat 32, Allah SWT sudah memperingatkan hamba-hambanya mengenai zina :

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Apabila kita telaah lebih jauh mengenai pacaran ini, ada beberapa tahap yang biasanya terjadi, antara lain:

1. Perjumpaan pertama. Melihat si dia dengan pandangan yang mempesona, senyumannya terus teringat dipikiran, jantung pun berdebar debar karenanya.. sehingga terlahirlah pertanyaan2 dalam hati seperti "Apakah dia mencintaiku?", "Apakah dia juga merasakan perasaan yang sama terhadapku?", jika bertemu di internet atau dunia nyata, perasaan bahagia seperti menyeruak dari lubuk hati dan tertumpahkan ke seluruh tubuh..

2. Pengungkapan dan perikatan. Di sinilah terucapkan kalimat2 "Aku cinta kamu selamanya..", "Aku kan selalu ada untukmu setiap saat..", "I miss you so much beibehh.." dan kalimat2 lainnya yang menumpahkan perasaan masing-masing. Persoalanmu menjadi persoalannya, sedihmu menjadi sedihnya, sukamu menjadi riangnya, hatimu menjadi hatinya, bahkan jiwamu menjadi hidupnya. Sepakat pengin terus bersama, berjanji sehidup semati, berjanji sampai rumah tangga. Asyik dan syahdu.

3. Pembuktian. Nah disinilah tahap yang sangat membahayakan.. Untuk membuktikan rasa cinta yang menggelora pada sang kekasih, tak mampu untuk menolak ajakan kekasih, akhirnya apapun diberikan demi cintanya itu. Akhirnya terjadilah hal2 yang mungkin tidak pernah diduga sebelumnya. Bila sudah seperti ini ajakan ciuman bahkan BERHUBUNGAN BADAN pun sulit untuk ditolak. Na'udzubillah

Kebahagiaan dan keindahan yang dirasakan saat berpacaran itu adalah hal yang fana, semu dan menipu. Itu karena dalam setiap detik berpacaran itu, setan selalu mengiringi dan membayangi pelakunya agar apa yang dilakukannya itu selalu tampak indah dan manis. Padahal, disitulah jebakan setan agar cepat atau lambat, pelakunya dapat digoda dan dijerumuskan kedalam jurang neraka dan disiksa bersama setan selama lamanya di akhirat.

Bro n sis jokamers, banyak sekali keburukan2 dan akibat2 dari zina ini, seperti yang pernah disampaikan oleh Bapak K.H. Kasmudi dan para mubalig2 lainnya yang dirangkum dari berbagai hadits sebagai berikut:

1. Zina dapat menghilangkan cahaya iman dari pelakunya
2. Zina merupakan perbuatan buruk yang bisa membawa kematian pelakunya (umurnya pendek)
3. Orang yang berbuat zina, doanya tidak dikabulkan oleh Allah SWT
4. Pada hari kiamat nanti orang yang berbuat zina akan menyala - nyala api di wajahnya
5. Orang yang berbuat zina disiksa dalam tungku besar yang nyala apinya menghancurlumatkan tubuhnya kemudian dikembalikan lagi jasadnya dan dihancurlumatkan lagi oleh nyala api yang berkobar-kobar, begitu terus menerus.
6. Bau orang yang berbuat zina sangat busuk sehingga menyakitkan sesama ahli neraka
7. Ahli zina dihapus dari daftar orang - orang yang baik
8. Allah SWT tidak melihat kepada ahli zina dengan pandangan hormat
9. Allah SWT mengharamkan surga dan mengharamkan mencium bau surga kepada ahli zina
10. Tersiarnya perbuatan zina membawa akibat banyaknya anak-anak yang dilahirkan dari hasil perzinaan, dan disebabkan banyak anak-anak hasil perzinaan hampir saja Allah SWT meratakan siksanya
11. Suatu negara jika sudah merata perzinaannya, Allah SWT mengancam akan merusak negara tersebut dengan murka yang ditujukan kepada penduduk yang menempati negara tersebut.
12. Zina adalah penyebab seseorang jatuh harga dirinya, kehormatannya, kehormatan keluarganya, cacat di dunia dan di akhirat
13. Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya agama si penzina, hilangnya sikap wara' (menjaga diri dari dosa).
14. Zina membunuh rasa malu, padahal dalam Islam malu merupakan elemen iman.
15. Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.
16. Mematikan hati.
17. Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.
18. Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Allah maupun sesama manusia.
19. Pezina akan dipandang sinis oleh manusia lainnya.
20. Kesempitan hati dan dada selalu meliputi para pezina. Apa yang ia dapati dalam kehidupan ini adalah kebalikan dari apa yang diingininya.
21. Penzina tidak akan mendapat bidadari yang cantik di surga kelak
22. Perzinaan dapat memutuskan hubungan silaturahim dan kedurhakaan kepada orang tua, bahkan dapat mengakibatkan pertumpahan darah.
23. Zina menghilangkan harga diri pelakunya dan merusak masa depannya di samping meninggalkan aib yang bagi pelaku dan keluarganya.
24. Zina dapat benar-benar membekas pada pelakunya, meski ia telah bertaubat.
25. Zina dapat pula menjurus pada aborsi ketika perempuan yang hamil karena berzina menggugurkan kandungannya.
26. Perzinaan tidak akan melahirkan generasi yang baik untuk masa depan
27. Perzinaan menyebabkan menularnya penyakit-penyakit berbahaya seperti aids, siphilis, dan gonorhea atau kencing bernanah.
28. Perzinaan menyebabkan hancurnya suatu masyarakat yakni mereka semua akan dimusnahkan oleh Allah akibat dosa zina yang tersebar dan yang dilakukan secara terang-terangan.

Bro n sis jokamers, sedemikian bahayanya zina hingga Allah akan memberikan hukuman pada para pezina berupa :

1.Hukuman fisik dan mental berupa rajam, cambuk dan pengasingan dari masyarakat selama satu tahun.
2.Allah melarang kita untuk memberi belas kasihan kepada para pezina.
3.Allah memerintahkan agar pelaksanaan hukuman zina ini disaksikan oleh orang-orang mukmin sehingga dapat menjadi suatu pelajaran yang dapat diambil hikmahnya.
4.Para pezina akan mendapat murka dari Allah, buruk nasab amalnya dan siksa yang keras di akhirat.


Oleh karena itu brother and sister, marilah kita mulai dari diri kita dan lingkungan terdekat kita untuk menjauhi zina dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari kita lebih berhati-hati lagi dalam berbuat. Jangan sekali-kali dekat-dekat dengan zina, meskipun hanya dengan syahwat di dalam hati, saling bersentuhan, saling mencolek, memandang dengan syahwat, dll. Ingat2lah selalu nasihat para pengurus kita yang selalu mengingatkan kita agar kita tidak tergoda oleh rayuan iblis laknat jahannam. Jangan menganggap remeh nasihat2 tersebut. Sekali kita terjerumus, maka selamanya kita akan merugi.

Waspadalah, waspadalah, waspadalah!!!!

Bupati OKU Timur Membuka Khataman Hadist Sunan Ibnu Majah Juz 2







Pada hari Senin tanggal 17 Mei 2010 bertempat di Masjid Ponpes Nurul Huda desa Tugu Harum kecamatan Belitang Madang Raya, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) OKU Timur mengadakan Acara Khataman Hadits Sunan Ibnu Majah Juz 2. Para peserta adalah muballegh dan muballeghot yang berasal dari utusan PC dan PAC LDII di OKU Timur. Bahkan ada peserta dari utusan kabupaten OKU dan kabupaten OKU Selatan. Acara khataman hadits ini disampaikan oleh Dewan Guru LDII OKU Timur, adapun penyampainya adalah Ustad Rinto Triwibowo dan Ustad Budiyanto.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati OKU Timur, H. Herman Deru, SH, MM. Dalam sambutannya, Bupati OKU Timur menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya terhadap LDII yang telah ikut berperan aktif dalam pembinaan umat. Dalam penilainnya, LDII adalah sama seperti Ormas Islam yang lain seperti dengan NU dan Muhammadiyah, sama syahadatnya, sama kitabnya, sama kiblatnya sehingga tidak perlu diragukan dan diperdebatkan lagi dengan keberadaan LDII. Sebab menurut Bupati masih ada saja segelintir orang yang masih menilai negatif terhadap LDII, dan Bupati sendiri nanti yang menangkis dan menerangkan tentang stigma negatif tersebut. Pada kesempatan tersebut Bupati Herman Deru, SH, MM juga berkenan menguatkan sekaligus mengukuhkan Pengurus Harian DPD LDII OKU Timur yang baru menggantikan kepengurusan yang lama karena sudah berakhir masa baktinya.

Pembukaan acara Khataman dibuka secara simbolis dengan penyematan tanda peserta oleh Bupati kepada salah satu peserta. Acara khataman ini direncanakan selesai dalam waktu sepuluh hari yaitu sampai tanggal 26 Mei 2010.

Ketua DPD LDII OKU Timur, H. Mulyanto, S.Pd juga menerangkan bahwa acara khataman ini merupakan agenda kegiatan LDII dalam rangka untuk mendalami ajaran Islam guna untuk diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati OKU Timur dan tamu undangan yang lain juga berkenan mengikuti penyampaian materi khataman hadits Ibnu Majah Juz 2. Bupati sangat terkesan dengan metode dan cara penyampaian materi pendalaman Al Hadits yang dilakukan di LDII, sebagai bentuk apresiasi kepada LDII OKU Timur, Bupati Herman Deru memberikan hadiah umroh untuk dua orang dari LDII dan juga memberikan sumbangan berupa uang sebesar 5 juta rupiah. Acara ditutup dengan doa yang disampaikan oleh Ketua MUI OKU Timur, K.H. Fachrudin, S.Ag dilanjutkan dengan sholat Dhuhur secara berjamaah di masjid Nurul Huda. Acara ramah tamah juga berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan antara para Pengurus Harian LDII OKU Timur dengan rombongan Bupati.

Kamis, 29 April 2010

Ukhuwah Dengan LDII (Mengenal Lebih Dekat Dengan LDII)



Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang merupakan salah satu Ormas Islam terbesar di Indonesia mempunyai dua buah buku pedoman yaitu Al Qur’an dan Al Hadist. Rosululloh SAW bersabda : “Telah aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat selama berpegang pada keduanya, yaitu Kitabulloh (Al Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya” (HR Muwattho Malik). Mengenai Al Hadist, LDII menggunakan semua kitab Hadist, utamanya Kutubus-sittah (Kitab yang Enam), yang terdiri dari Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmidzi, Sunan An-Nasai, dan Sunan Ibnu Majah.

Sumber hukum Islam adalah Al-Qur’an, Al Hadits, Ijma dan Qiyas. Contoh Ijma’ : Penerapan adzan ke-3 pada hari Jum’at yang dilakukan pertama kali pada waktu zaman Khalifah Ustman bin Affan r.a. Contoh hukum Qiyas : Zakat fitrah pada zaman Rosululloh antara lain adalah kurma dan gandum, sedangkan bagi penduduk di Indonesia beras sebagai penggantinya karena beras diqiyaskan dengan gandum, karena sama-sama makanan pokok.

Di dalam mempelajari Al Qur’an dan Al Hadits, LDII menggunakan metode pengajian tradisional, yaitu seorang Guru mengajar kepada murid secara langsung. Adapun materi yang dikaji meliputi tentang bacaan, makna dan keterangan sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada. Dengan metode seperti ini maka sering dinamakan metode “Manquul”. Manqul berasal dari bahasa Arab “Naqola-Yanqulu”, yang artinya adalah pindah. Maka ilmu yang “manquul” adalah ilmu yang dipindahkan dari guru kepada muridnya. Dalam pelajaran tafsir, “Tafsir Manquul” berarti mentafsirkan suatu ayat Al Qur’an dengan ayat Al Qur’an lainnya, mentafsirkan ayat Al Qur’an dengan hadits, atau mentafsirkan Al Qur’an dengan fatwa Shohabat. Dalam ilmu hadits, “manquul” berarti belajar hadist dari guru yang mempunyai isnad sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan ilmu alat yang digunakan dalam mendalami Al Qur’an dan Al Hadits, ulama LDII menggunakan ilmu alat juga seperti ilmu nahwu, shorof, badi’, ma’ani, bayan, mantek, balaghoh, usul fiqih, mustholahul hadits, dan sebagainya. Kitab tafsir yang menjadi rujukan LDII diantaranya adalah tafsir Jalalain, tafsir Jamal, tafsir Ibnu Katsir, tafsir At Thobari, tafsir Ibnu Hatim, tafsir Depag dan lain-lainnya.

Metode pengajian yang moderat ini merupakan daya tarik tersendiri bagi yang memang ingin mendalami tentang Al Qur’an dan Al Hadits. Sehingga aktivitas pengajian di LDII cukup tinggi, karena Al Qur’an dan Al Hadits itu merupakan bahan kajian yang cukup banyak dan luas. Di tingkat PAC umumnya pengajian diadakan 2-3 kali seminggu, sedangkan di tingkat PC diadakan pengajian seminggu sekali. Hal inilah yang menyebabkan tempat-tempat pengajian LDII selalu ramai dikunjungi warganya.

Adapun motivasi warga LDII untuk aktif dalam mengikuti pengajian adalah : Pertama, untuk memenuhi kewajiban mencari ilmu berdasarkan firman Alloh, “Ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan selain Alloh” (QS. Muhammad ayat 19). Dan sabda Rosululloh, “Mencari ilmu itu wajib bagi orang Islam” (HR Ibnu Majah). Kedua, sebagai landasan untuk melaksanakan ibadah (beramal).

Pondok-pondok Pesantren LDII tidak hanya mengajarkan ilmu agama kepada santrinya, tetapi juga mengajarkan ilmu pengetahuan umum seperti ilmu sosial kemasyarakatan, kewirausahaan, dan kursus-kursus ketrampilan. Ilmu pengetahuan tersebut diajarkan untuk sebagai bekal mencari ma’isyah (nafkah) yang halal untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Khutbah Jum’at di LDII menggunakan bahasa Arab karena tidak ada satupun Ulama yang menyatakan bahwa khutbah Jum’at dengan menggunakan bahasa Arab itu tidak sah, walaupun jama’ah sholat Jum’at tidak seluruhnya mengerti dan memahami isi khutbah. Hal ini bisa dilihat ketika musim haji dimana Imam Masjidil Haram menyampaikan khutbah berbahasa Arab, sedangkan mustami’in yang datang dari seluruh penjuru dunia belum tentu bisa mengerti dan memahami isi khutbah.

Setelah melakukan sholat Jum’at biasanya diadakan nasehat agama, dan ini tidak mesti karena pada dasarnya memberikan nasehat itu bisa dilakukan disetiap ada kesempatan. Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan waktu, sebab biasanya sesudah sholat Jum’at orang-orang masih berkumpul, kesempatan ini digunakan untuk memberikan tausiah/nasehat (mau’idlotul hasanah). Adapun nasehat setelah sholat Jum’at ini tidak harus dikerjakan karena bukan merupakan rangkaian sholat Jum’at.

Teknik dan cara mengumpulkan shodaqoh yang biasanya dilakukan oleh warga LDII ada beberapa cara, diantaranya adalah : Pertama, langsung diserahkan kepada dan dicatat oleh pengurus LDII. Kedua, dimasukkan ke dalam kotak shodaqoh. Ketiga, dimasukkan ke dalam kain (sarung, sajadah, sorban) yang diedarkan. Keempat, dengan melempar uang shodaqoh ke lantai, untuk kemudian dikumpulkan olah pengurus. Mengenai metode mana yang dipilih, merupakan keputusan pengurus setempat. Namun sebagian LDII menyukai teknik dengan cara melempar. Selain praktis, melempar juga dapat menumbuhkan rasa “fastabiqul khoerot” (berlomba-lomba dalam kebaikan) tetapi niat hanya karena Alloh tetap dapat terjaga karena tidak ada yang tahu “siapa shodaqoh berapa”.

Ulama-ulama yang telah banyak berjasa dalam membesarkan LDII di antaranya adalah KH Kasmudi As-sidiqi, K.H.R. Iskandar Tondodiningrat, KH. Ahmad Tamam, KH. Zubaidi Umar, SH, KH. Drs. Thoyyibun, Prof. Dr. Ir. KH Abdullah Syam MSc. KH. A.Karimullah, SE, KH. Nur Hasan, KH. Syu’udi Al Hafidz, KH. Mudzakkir, KH. M. Nur Ali, KH. Thoyyib Abdulloh dan lain-lain. Beberapa diantara Ulama LDII tersebut bukan lulusan pondok pesantren LDII saja tetapi juga lulusan pondok pesantren besar lainnya yang kemudian menjadi Ulama LDII. Adapun jumlah muballegh dan muballeghot yang ada di LDII jumlahnya ribuan yang tersebar di seluruh PC dan PAC untuk menyampaikan dakwah Al Qur’an dan Al Hadits.

Sesuai dengan paradigma barunya (new paradigm), LDII terbuka terhadap masukan-masukan baik masukan mengenai masalah organisasi maupun masalah agama. LDII secara proaktif bahkan mencari masukan-masukan dari berbagai kalangan. Dalam rangka mencari masukan tentang wawasan kebangsaan dan kenegaraan, LDII intens mengadakan audiensi dengan instansi terkait antara lain dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Mabes TNI, Mabes Polri. Silaturrohim dan meminta masukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), bekerjasama dengan Insstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dalam rangka memberikan pelatihan dakwah kepada para muballegh-muballeghot LDII. LDII di daerah-daerah juga sering mengundang ulama-ulama di luar LDII untuk memberikan ceramah agama. Bagi LDII, segala bentuk masukan adalah merupakan nasehat yang tidak ternilai harganya. Sebab semua golongan Islam adalah bersaudara, sebagaiman sabda Rosululloh SAW: “Orang Islam adalah saudaranya orang Islam” (HR. Ahmad). Sesama golongan Islam tidak dibenarkan untuk saling merendahkan maupun menghina, sesuai firman Alloh : “Dan jangalah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, barangkali keadaan kaum yang direndahkan itu lebih baik dari kaum yang merendahkan” (QS. Al Hujurot ayat 11).

Anggapan bahwa LDII ekslusif sebetulnya tidak benar. Banyak dari warga LDII yang menjadi tokoh masyarakat, mulai dari ketua RT, ketua RW, Kades/Lurah, Camat dan seterusnya. Hanya saja karena aktifitas kegiatan pengajian di LDII sangat tinggi, menyebabkan kesempatan pergaulan di masyarakat menjadi berkurang sehingga terkesan eksklusif.

Rabu, 21 April 2010

Pergantian Tongkat Estafet Pengurus DPD LDII OKU Timur

Dalam Musda yang telah dilaksanakan oleh DPD LDII OKU Timur beberapa waktu lalu menetapkan Susunan Pengurus DPD LDII OKU Timur yang baru. Dalam Musyawarah internal LDII OKU Timur, telah dibentuk Kepengurusan baru dengan Ketua terpilih yaitu H. Mulyanto, S.Pd menggantikan Ketua yang lama yaitu Kholidin, SP yang sekarang menempati pos dalam Dewan Penasehat.

Agenda ini merupakan sebagai amanat organisasi yang telah ditetapkan dalam AD/ART Organisasi setiap 5 tahun masa bakti Kepengurusan. LDII OKU Timur telah mengalami kemajuannya yang pesat, terlihat dari bertambahnya jumlah PC maupun PAC yang ada sekarang ini. Pada waktu awal pembentukan karena adanya pemekaran wilayah kabupaten LDII OKU Timur masih terdiri dari 7 PC dan 23 PAC, sekarang sudah terbentuk 12 PC dari total 20 kecamatan yang di OKU Timur. Sebagai komitmen maka LDII sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang dakwah Islamiyah akan selalu mencetak kader-kader yang unggul.

DPD LDII OKU Timur Menghadiri Peresmian Masjid

Sabtu, 27 Maret 2010 DPD LDII Kabupaten OKU Timur menghadiri undangan DPD LDII kabupaten OKU dalam rangka Peresmian Masjid di wilayah kabupaten OKU. Acara dipusatkan di Lubuk Batang Kecamatan Lubuk Batang, OKU. -Peresmian dilakukan oleh Bupati OKU, H. Yulius Nawawi. Adapun masjid yang diresmikan Bupati sebanyak 5 masjid yang tersebar di kabupaten OKU. Hadir pula pada acara tersebut DPD LDII OKU Selatan, Ketua MUI, Komandan KODIM Baturaja, Anggota DPRD OKU, Polres OKU, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Ketua DPD LDII OKU Sapto Surono, S.Pd dalam sambutannya menyatakan sangat berterima kasih atas kehadiran Bupati dan unsur Muspida yang telah berkenan untuk meresmikan masjid yang menjadi tempat kegiatan warga LDII OKU. Diterangkan juga pembangunan masjid ini berasal dari swadaya warga LDII dan masyarakat setempat yang menghabiskan dana 1,4 Milyar.

Dalam sambutannya Bupati Yulius Nawawi menerangkan bahwa masjid merupakan ujung paling awal sebagai tempat mengembangkan syiar dakwah agama Islam, disamping peran utama masjid sebagai tempat suci umat Islam dalam melakakukan kegiatan ibadahnya. Sehingga diharapkan seluruh umat Islam untuk selalu meramaikan masjid untuk kegiatan-kegiatan ibadah dan kegiatan positif lainnya. Pada akhir sambutannya, Bupati menandatangani 5 prasasti peresmian masjid yang disaksikan seluruh tamu undangan yang hadir.
Dalam kesempatan itu Bupati juga memberikan bantuan berupa uang sejumlah 10 juta rupiah untuk penyempurnaan masjid.

Sabtu, 28 November 2009

LDII OKU Timur Kurban 46 Ekor Sapi dan 180 Ekor Kambing



Suasana Penyembelihan Hewan Kurban



Daging-daging Hewan Kurban Siap Dibagikan Kepada Yang Berhak Menerima

LDII OKU Timur Kurban 46 Ekor Sapi dan 180 Ekor Kambing

Warga LDII OKU Timur pada Idul Adha tahun ini menyembelih hewan kurban sebanyak 46 Ekor sapi dan 180 ekor kambing. Kegiatan kurban ini merupakan ibadah yang rutin dilaksanakan warga LDII OKU Timur setiap tahun. Adapun pelaksanaannya dilakukan di masing-masing PC dan PAC. Daging hewan kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar masjid-masjid tempat pelaksanaan kurban tersebut.

Ketua DPD LDII OKU Timur, Kholidin, SP mengatakan “Alhamdulillah pada Idul Adha tahun 1429 H ini warga LDII yang melaksanakan kurban mengalami peningkatan, semoga di tahun berikutnya lebih meningkat lagi sebagai perwujudan menjalankan perintah agama dan juga untuk membantu Saudara-saudara kita yang masih membutuhkan”.

Jumat, 20 November 2009

Profil Masjid Baabul Izza Murniyoso



Masjid Baabul Izza merupakan salah satu masjid yang menjadi tempat kegiatan warga LDII OKU Timur. Masjid ini terletak di desa Tugu Harum kecamatan Belitang Madang Raya Kabupaten OKU Timur, tepatnya di Murniyoso. Letaknya yang strategis yaitu di tepi jalan poros Belitang Palembang di pusat kota Belitang menjadikan masjid Baabul Izza ini semakin anggun. Dibangun kira-kira sejak tahun 1980 kemudian dilakukan perombakan dan perluasan pada tahun 2004 yang lalu. Masjid yang pembangunannya menelan dana sekitar 0,4M ini terdiri dari dua lantai, satu kubah utama dan dipercantik dengan empat kubah menaranya yang semuanya berbentuk kubah bawang. Masjid ini dapat menampung jamaah sekitar 1.000 orang dan dilengkapi dengan halaman parkir yang memadai.

Rabu, 28 Oktober 2009

Kisah Penghuni Surga Terakhir

Kisah Penghuni Surga Terakhir

Bahwa Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami pada hari kiamat? Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat bulan di malam purnama?

Para sahabat menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat matahari yang tidak tertutup awan?

Mereka menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. bersabda: Seperti itulah kalian akan melihat Allah. Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka ia mengikuti sembahannya itu. Orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, orang yang menyembah berhala mengikuti berhala.

Tinggallah umat ini, termasuk di antaranya yang munafik. Kemudian Allah datang kepada mereka dalam bentuk selain bentuk-Nya yang mereka kenal, seraya berfirman: Akulah Tuhan kalian.

Mereka (umat ini) berkata: Kami berlindung kepada Allah darimu. Ini adalah tempat kami, sampai Tuhan kami datang kepada kami. Apabila Tuhan datang, kami tentu mengenal-Nya.

Lalu Allah Taala datang kepada mereka dalam bentuk-Nya yang telah mereka kenal. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian.

Mereka pun berkata: Engkau Tuhan kami.

Mereka mengikuti-Nya. Dan Allah membentangkan jembatan di atas neraka Jahanam.

Aku (Rasulullah saw.) dan umatkulah yang pertama kali melintas. Pada saat itu, yang berbicara hanyalah para rasul. Doa para rasul saat itu adalah: Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.

Di dalam neraka Jahanam terdapat besi berkait seperti duri Sakdan (nama tumbuhan yang berduri besar di setiap sisinya).

Pernahkah kalian melihat Sakdan? Para sahabat menjawab: Ya, wahai Rasulullah.

Rasulullah saw. melanjutkan: Besi berkait itu seperti duri Sakdan, tetapi hanya Allah yang tahu seberapa besarnya. Besi berkait itu merenggut manusia dengan amal-amal mereka. Di antara mereka ada orang yang beriman, maka tetaplah amalnya. Dan di antara mereka ada yang dapat melintas, hingga selamat.

Setelah Allah selesai memberikan keputusan untuk para hamba dan dengan rahmat-Nya Dia ingin mengeluarkan orang-orang di antara ahli neraka yang Dia kehendaki, maka Dia memerintah para malaikat untuk mengeluarkan orang-orang yang tidak pernah menyekutukan Allah. Itulah orang-orang yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan rahmat-Nya, yang mengucap: “Laa ilaaha illallah”.

Para malaikat mengenali mereka di neraka dengan adanya bekas sujud. Api neraka memakan tubuh anak keturunan Adam, kecuali bekas sujud. Allah melarang neraka memakan bekas sujud. Mereka dikeluarkan dari neraka, dalam keadaan hangus. Lalu mereka disiram dengan air kehidupan, sehingga mereka menjadi tumbuh seperti biji-bijian tumbuh dalam kandungan banjir (lumpur).

Kemudian selesailah Allah Taala memberi keputusan di antara para hamba. Tinggal seorang lelaki yang menghadapkan wajahnya ke neraka. Dia adalah ahli surga yang terakhir masuk. Dia berkata: Ya Tuhanku, palingkanlah wajahku dari neraka, anginnya benar-benar menamparku dan nyala apinya membakarku. Dia terus memohon apa yang dibolehkan kepada Allah.

Kemudian Allah Taala berfirman: Mungkin, jika Aku mengabulkan permintaanmu, engkau akan meminta yang lain.

Orang itu menjawab: Aku tidak akan minta yang lain kepada-Mu.

Maka ia pun berjanji kepada Allah. Lalu Allah memalingkan wajahnya dari neraka. Ketika ia telah menghadap dan melihat surga, ia pun diam tertegun, kemudian berkata: Ya Tuhanku, majukanlah aku ke pintu surga.

Allah berkata: Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta kepada-Ku selain apa yang sudah Kuberikan, celaka engkau, hai anak-cucu Adam, ternyata engkau tidak menepati janji.

Orang itu berkata: Ya Tuhanku! Dia memohon terus kepada Allah, hingga Allah berfirman kepadanya: Mungkin jika Aku memberimu apa yang engkau pinta, engkau akan meminta yang lain lagi.

Orang itu berkata: Tidak, demi Keagungan-Mu. Dan ia berjanji lagi kepada Tuhannya. Lalu Allah mendekatkannya ke pintu surga. Setelah ia berdiri di ambang pintu surga, ternyata pintu surga terbuka lebar baginya, sehingga ia dapat melihat dengan jelas keindahan dan kesenangan yang ada di dalamnya.

Dia pun diam tertegun. Kemudian berkata: Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam surga.

Allah Taala berfirman kepadanya: Bukankah engkau telah berjanji tidak akan meminta selain apa yang telah Aku berikan? Celaka engkau, hai anak cucu Adam, betapa engkau tidak dapat menepati janji!

Orang itu berkata: Ya Tuhanku, aku tidak ingin menjadi makhluk-Mu yang paling malang. Dia terus memohon kepada Allah, sehingga membuat Allah Taala tertawa (ridha).

Ketika Allah Taala tertawa Dia berfirman: Masuklah engkau ke surga. Setelah orang itu masuk surga, Allah berfirman kepadanya: Inginkanlah sesuatu! Orang itu meminta kepada Tuhannya, sampai Allah mengingatkannya tentang ini dan itu. Ketika telah habis keinginan-keinginannya, Allah Taala berfirman: Itu semua untukmu, begitu pula yang semisalnya

(HR Muslim no 267)

Minggu, 13 September 2009

Sukses Bulan Ramadhan

Sukses Bulan Ramadhan

Bulan puasa sudah menginjak hari-hari terakhir dan setiap manusia sudah banyak yang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi lebaran. Seolah tersihir dengan suasana lebaran yang di depan mata sehingga justru pada hari-hari terakhir di bulan Ramadhan ini justru Alloh memberikan sesuatu yang sangat spesial yaitu adanya satu hari yang lebih baik daripada seribu bulan tanpa cacat dan cela sedikitpun. Hari itu adalah malam Qodar dimana Rosullulloh memberikan ancer-ancer (red) tanda waktu yaitu pada sepuluh malam terkahir bulan Ramadhan. Sehingga Rosullulloh menganjurkan untuk itikaf dan memperbanyak amal ibadah karena Alloh pada malam-malam tersebut. Inilah puncak dari spesialnya bulan Ramadhan.

Tetapi secara keseluruhan puncak prestasi masing-masing hamba yang beriman dalam menghadapi bulan Ramadhan ada 5 kesuksesan, yaitu :

1. Sukses Berpuasa,
yaitu dengan menjalankan puasa dengan menahan rasa haus dan lapar di siang hari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari dan menahan hawa nafsu baik yang membatalkan puasa itu sendiri maupun yang meggagalkan pahala puasa itu sendiri. Sehingga dalam suatu hadist, Rosululloh memberikan wejangan bahwa seandainya diantara kalian ada yang sedang berpuasa kemudian ada orang yang lain mengajak atau memancing untuk bertengkar maka supaya jangan dilayani dan supaya mengatakan kepadanya bahwa “inni so’imun, inni so’imun (saya sedang berpuasa, saya sedang berpuasa)”

2. Sukses Taraweh
Taraweh merupakan rangkaian dari amalan ibadah sholat sunah malam (qiyamul lail) yang dianjurkan oleh Rosululloh pada waktu bulan puasa dan mempunyai pahala yang berlipat dari Alloh.

3. Sukses Shodaqoh
Sodaqoh dan infak merupakan kewajiban hambanya Alloh dari apa-apa yang telah diberikan oleh Alloh kepada hambanya. Shodaqoh pada bulan Ramadhan sangat dianjurkan oleh Rosululloh, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Beliau. Diterangkan bahwa pada bulan Ramadhan Rasululloh sangat senang sekali bershodaqoh sehingga degambarkan sebagaimana lebih cepat daripada angin yang bertiup.

4. Sukses Lailatul Qodar
Lailatul Qodar merupakan malam istimewa yang diperuntukkan oleh Alloh untuk hamba-hambanya yang beriman dan selalu beribadah dalam malam tersebut. Beribadah dalam malam qodar tersebut lebih baik apabila dibandingkan dengan beribadah selama seribu bulan tanpa ada cacat cela dan maksiat. Sungguh beruntung bagi yang bisa mendapatkannya, semoga kita bisa mendapatkannya.

5. Sukses Zakat Fitrah
Zakat fitrah merupakan kunci kewajiban dalam rangkaian menjalankan ibadah puasa. Masing-masing yang bernapas mempunyai kewajiban menunaikan zakat fitrah sebelum sholat idul fitri. Sebab diterangkan oleh Rosululloh apabila Zakat fitrah tidak ditunaikan maka pahala amalan puasa masing digantungkan oleh Alloh belum dapat diberikan kepada hamba yang berpuasa tersebut.

Semoga saya, anda sekalian bisa mendapatkan kesuksesan-kesuksesan dalam bulan Ramadhan. Amiin..
Relawan LDII Untuk Kemanusiaan Gempa Bumi

Musibah Gempa Bumi yang terjadi pada tanggal 2 September 2009 lalu yang berpusat di laut Tasikmalaya, mengingatkan kembali pada musibah gempa bumi sebelumnya seperti tsunami di Aceh dan Nias, Bantul & Klaten serta Bengkulu. Kini warga sepanjang Laut Selatan mengalami musibah, mereka semua membutuhkan bantuan dari kita, kalau bukan kita siapa lagi yang membatu mereka saudara kita sebangsa dan setanah air.


Relawan LDII dari Jakarta pada tanggal 3 September 2009 yang lalu bergabung dengan Relawan LDII dari Provinsi Jawa Barat.Tahap pertama ini Relawan LDII dari Jakarta bembawa 2 tenda Peleton, beras 5 kwintal, mie 50 dus, air mineral 20 dus.Bantuan ini akan ditempatkan pada daerah yang sangat parah mengalami musibah gempa tersebut.

Kontribusi LDII Terhadap Masyarakat Melalui Gerakan Internet Sehat

Kontribusi LDII Terhadap Masyarakat Melalui Gerakan Internet Sehat

Seksama kita ketahui Internet dapat digambarkan seperti pisau bermata dua yaitu satu sisi mempunyai nilai positif dan sisi lainnya bernilai negatif. untuk itu kita harus cermat bagaimana Internet itu bisa bermanfaat bagi kita khususnya bisa bermanfaat untuk dakwah dalam membangun Ukhuwah Islamiyah.

Pelatihan Internet Sehat yang diadakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Bandung beberapa waktu yang lalu, tidak hanya sampai disitu saja namun LDII sangat serius untuk berkontribusi pada masyarakat luas khususnya dalam berdakwah melalui Internet (dunia maya) hal ini ditindaklanjuti penandatanganan MOU antara LDII dengan Depkominfo pada tanggal 1 September 2009 di Grand Indonesia - Jakarta.

Penandatanganan MOU LDII-Depkominfo tentang Gerakan Internet Sehat dilakukan oleh Ir. H. Prasetyo Sunaryo (Ketua DPP LDII) dengan disaksikan oleh Prof. Dr. M. Nuh, DEA (Menkominfo), Pak Ir. Cahyana MH (Kalitbang Depkominfo), Ir. Aswin Sasongko (Dirjen Aplikasi Telematika) dan KH. Ma'ruf Amin (Ketua MUI).

Depkominfo melakukan kerjasama ini dikarenakan LDII memiliki jaringan yang sangat luas hingga ke daerah-daerah terpencil, sehingga sangat efektif untuk penggerak dan mensosialisasikan gerakan internet sehat yang dicanangkan oleh pemerintah.

Waktu Ibadah Dan Kemu

Waktu Ibadah Dan Kemu

Mari kita hitung, berapa banyak waktu yang kita alokasikan untuk ibadah. Sesuai dalilnya kalau jin dan munusia itu dicipta sebenarnya untuk ibadah pada Allah. Apalagi nanti balasannya adalah surga. Nah bagaimana peta jalan ke surga itu? Inilah sedikit kalkulasinya.

Rata – rata usia harapan hidup manusia kita ambil 65 tahun, maka waktu ibadah efektifnya harus dikurangi masa baligh. Jadi, 65 tahun dikurang 15 tahun sebagai rata – rata usia baligh bagi laki – laki. Karena sebelum baligh belum tercatat sebagai amalan pribadi. Akhirnya waktu ibadah kita ternyata hanya 50 tahun saja.

Apakah 50 tahun ini full untuk ibadah? Mari kita simak, bahwa manusia dalam 24 jam itu biasanya melakukan aktifitas sebagai berikut, tidur rata – rata 7 jam, bekerja 12 jam, aktivitas lainnya seperti ngobrol, bercengkrama, santai, bermain, nonton TV, dll kurang lebih 4 jam dan sisanya ternyata hanya 1 jam saja untuk ibadah. Sedikit bukan? Jika kita hitung selama 50 tahun total ibadah kita tak lebih dari 2 tahun atau cuma 4 % saja. Paling banyak waktu dialokasikan untuk bekerja (25 tahun), tidur (15 tahun) dan aktifitas lainnya (8 tahun).

Melihat kalkulasi ini betapa besar fadhl dan rahmat Allah yang diberikan kepada kita. Yang sedikit itu ternyata dibalas dengan surga. Jadi tidak sepantasnya kita malas untuk beribadah. Karena waktu ibadah kita ternyata lebih sedikit ketimbang waktu tidur kita. Dan Allah ridho dengan yang sedikit itu asalkan kita juga ridho menjaga niat kita tetap mukhlish lillah karena Allah dalam setiap amal ibadah kita. Hanya itu? Ya...

Kemu

Kalau anak saya yang pertama lain lagi. Memang dia sudah full puasa seharian. Namun ada satu tindakannya yang mencurigakan - aneh, yang saya perhatikan. Kalau sudah jam 12 lewat, dia suka pergi bolak – balik ke bak mandi dan kemu (berkumur - kumur) sambil raup atau cuci muka. Kemudian saya tanya, ”Kok ke kamar mandi terus?”
”Haus. Panasss....” katanya.
”Tapi gak boleh minum lho ya,,,” kata saya.
”Nggak kok, kan puasa,,,” sergahnya.

Kejadian itu mengingatkan aku kala bocah. Ketika siang tiba, saya selalu tengkurep di kolah (bak besar tempat wudhu di masjid kampung saya). Tak lain juga untuk raup dan kemu, sambil ngisep – ngisep dikit airnya. Jadi kalau anak saya berbuat begitu, saya hanya bisa mesam – mesem saja. Lha wong sudah pengalaman je,,,? Semoga semua menjadi pelajaran yang berharga buat dia.

Pengalaman memberikan ruang yang luas bagi sebuah pemahaman. Bersyukurlah bagi yang sudah punya banyak pengalaman hidup. Darinya kita bisa melihat indahnya dunia. Bukan menghakimi, tetapi menikmatinya.

Oleh :Faizunal Abdillah

Cara Alloh Memberi Sesuatu Yang Lebih Baik

Ini cerita tentang Annisa, gadis kecil berusia lima tahun. Suatu sore, Annisa menemani Bundanya berbelanja di suatu supermarket. Ketika menunggu giliran membayar, Annisa melihat sebentuk kalung mutiara putih berkialuan, tergantung dalam kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Annisa sangat ingin memilikinya. Tapi, dia tahu, pasti Bundanya sangat keberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli. Dan tadi Bundanya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki berenda yg cantik.

Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya untuk bertanya Bunda bolehkah Annisa memiliki kalung ini? Bunda boleh mengembalikan kaos kaki yang tadi… Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari Annisa. Dibaliknya tertera harga Rp 15,000,-. Dilihatnya mata Annisa yg memandangnya dengan penuh harap dan cemas.

Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tidak mau bersikap tidak konsisten. Oke…Annisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yg kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Bunda akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju?

Annisa mengangguk lega dan segera berlari irang mengembalikan kaos kaki ke raknya. Terimakasih. ..Bunda. Annisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya kalung itu membuatnya nampak cantik dan
dewasa. Dia merasa secantik Bundanya. Kalung itu tidak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepaskannya jika mandi atau berenang. Sebab, kata Bundanya, jika basah kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau…

Setiap malam sebelum tidur, Ayah Annisa akan membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya: Annisa…, Annisa sayang nggak sama Ayah? Tentu dong…Ayah pasti tahu kalau Annisa sayang Ayah! Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu… Yah…, jangan dong Ayah! Ayah boleh ambil Si Ratu boneka kuda dari nenek! Itu kesayanganku juga. Ya sudahlah sayang…nggak apa-apa! Ayah mencium pipi Annisa sebelum keluar dari kamar Annisa.

Kira-kira semingu berikutnya setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi: Annisa…, Annisa sayang nggak sama Ayah?
Ayah, Ayah tahu bukan kalau Annisa sayang banget sama Ayah?
Kalau begitu berikan pada Ayah kalung mutiaramu.
Jangan Ayah…, tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie
ini. Annisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya
bermain.

Beberapa malam kemudian, ketika Ayah memasuki kamarnya, Annisa sedang duduk di atas tempat tidurnya. Ketika didekati, Annisa rupanya menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam diatas pangkuan. Dari matanya, mengalir bulir-bulir air mata membasahi pipinya. Ada apa Annisa, kenapa Annisa?

Tanpa berucap sepatah kata pun, Annisa membuka tangannya. Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya. Kalau Ayah mau… ambillah kalung Annisa. Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Annisa. Kalung itu di masukkan kedalam kantong celana. Dan dari kantong satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih…sama
cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Annisa.

Annisa… ini untuk Annisa. Sama bukan? Memang begitu nampaknya tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau. Ya… ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Annisa.

Sahabat, demikian pula halnya dengan Allah. Terkadang Dia meminta sesuatu kepada kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau lebih naïf dari Annisa: menggenggam erat sesuatu yang kita amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangannya….

* **Finally…,*
*Jangan terlalu gembira atas apa yang diberikan padamu & jangan terlalu bersedih atas apa yang di ambil darimu ***
Mari wujudkan bantuan sebagai solidaritas sesama umat manusia mudah-mudahan Alloh memberi kesabaran,kekuatan lahir dan bathin bagi saudara-saudara kita yang sedang mendapat musibah dan mudah- mudahan Alloh memberi pahala dan ganti yang lebih baik dari musibah yang dialami.

Minggu, 30 Agustus 2009

Tips Sehat & Bugar Saat Berpuasa


bukapuasaldiiBanyak para ahli yang setuju bahwa puasa akan menjaga tubuh kita dari beberapa penyakit diantaranya menjaga kadar kolesterol darah, mengurangi radikal bebas dalam tubuh serta mengurangi resiko penyakit diabetes tipe 2.

Selain itu, seperti dijelaskan oleh dokter Probosuseno SpPD, spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Dr Sardjito, Yogyakarta, ada beberapa manfaat lain dari puasa untuk kesehatan yaitu :
* Mendorong terjadinya rejuvinasi (pergantian) sel-sel tubuh
* Membantu menurunkan tekanan darah bagi yang menderita tekanan darah tinggi. Berat badan juga akan turun.
* Dispepsia (maag) fungsional kebanyakan akan membaik berkat puasa
* Penyakit kulit khususnya jamur akan lebih cepat membaik
* Puasa dapat meningkatkan volume semen, persentase spermatozoa hidup dan jumlah total spermatozoa.

Berikut adalah langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan dengan benar sesuai dengan kaidah agama juga kesehatan agar puasa kita memberikan hasil yang optimal :
1. Makan dan minum yang cukup, sekitar 8-10 gelas sehari, Minum air di sini tidak selalu berarti air putih semata, tetapi minum teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam jumlah air yang kita konsumsi.

2. Untuk kebutuhan kalori, biasanya wanita membutuhkan kalori sekitar 1.900 kalori, sementara pria 2.100 kalori. Kalori sebanyak ini bisa terpenuhi dari makanan dan minuman yang disantap selama sahur dan buka puasa. Untuk makanan, sebaiknya pilih makanan alami karena lebih aman. Misalnya: karbohidrat diperoleh dari nasi, kentang, mi atau jagung.
Protein dari daging, ikan, tempe, tahu, dan lain-lain. Sedangkan sumber vitamin dan mineral ada pada sayuran dan buah-buahan berwarna kuning, hijau tua, dan merah.

3. Saat berbuka puasa, hendaknya tidak makan sekaligus banyak, tapi secara bertahap.
Dimulai dengan menikmati makanan ringan atau minuman yang manis-manis. Jika Anda suka kurma, makanlah buah yang berasa manis ini. Selain berguna untuk menyuplai energi, kurma juga kaya kandungan zat gizi seperti kalium, magnesium, niasin, dan serat

4. Sedangkan pada saat sahur, meski kurang bernafsu untuk makan karena rasa kantuk belum hilang, sebaiknya digunakan sebaik-baiknya. Ada anjuran untuk makan sahur selambat mungkin, kira-kira setengah jam sebelum Imsak. Tapi ingat, sebaiknya makan sahur tidak terlalu kenyang, kira-kira sepertiga dari kebutuhan kalori sehari

5. Jika tidak bisa makan nasi dalam jumlah yang cukup banyak (karena ada perubahan pada lambung dan gerakan usus) cobalah untuk makan camilan. Untuk mencegah sembelit, sebaiknya sayur dan buah dikonsumsi setiap hari. Jika perlu mengonsumsi suplemen

6. Istirahat di waktu siang hari. Ini berguna untuk menghindari keluarnya keringat yang sangat banyak

7. Jika ingin olahraga, bisa dilakukan pada sore hari sekitar satu atau setengah jam sebelum berbuka. [sumber : Republika Online]

Wajibnya Mencari Ilmu Al-Qur’an dan Al-hadist


Pada dasarnya kita hidup didunia ini tidak lain adalah untuk beribadah kepada Alloh. Tentunya beribadah dan beramal harus berdasarkan ilmu yang ada di Al-Qur’an dan Al-Hadist. Tidak akan tersesat bagi siapa saja yang berpegang teguh dan sungguh-sungguh perpedoman pada Al-Qur’an dan Al-Hadist.

Disebutkan dalam hadist, bahwasanya ilmu yang wajib dicari seorang muslim ada 3, sedangkan yang lainnya akan menjadi fadhlun (keutamaan). Ketiga ilmu tersebut adalah ayatun muhkamatun (ayat-ayat Al-Qur’an yang menghukumi), sunnatun qoimatun (sunnah dari Al-hadist yang menegakkan) dan faridhotun adilah (ilmu bagi waris atau ilmu faroidh yang adil). Berikut beberapa penjelasan mengenai wajibnya kita sebagai seorang muslim untuk mencari ilmu Al-Qur’an dan Al-Hadist. Semoga bermanfaat.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِنَّ اللهَ يَبْغَضُ كُلَّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ سَخَّابٍ فِى اْلأَسْوَاقِ جِيْفَةٍ بِاللَّيْلِ حِمَارٍ بِالنَّهَارِ, عَالِمٍ بِالدُّنْيَا جَاهِلٍ بِاْلآخِرَةِ
رواه* البيهقى

Dari Abu Huroiroh berkata : Bersabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam : “Sesungguhnya Alloh murka pada tiap-tiap orang yang kasar, sombong, lagi banyak ramainya di dalam pasar. (Mereka) yang seperti bangkai di malam hari (tidak pernah sholat malam dan memperbanyak tidur) dan seperti himar di siang hari (ramai2 di siang hari). Pintar masalah duniawi dan bodoh masalah akhirot (Ilmu Quran Hadits)” (HR Baihaqi)

عَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ ٱللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُولُ يَاأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَا ٱلْعِلْمُ بٱِلتَّعَلُّمِ وَٱلْفِقْهُ بِٱلتَّفَقُّهِ وَمَنْ يُرِدِ ٱللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي ٱلدِّينِ وَإِنَّمَا يَخْسَى ٱللهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَاءُ
رواه الطبراني*

Dari Mu’awiyah berkata : “Aku mendengar Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Wahai manusia ! Sesungguhnya (untuk mendapatkan) ilmu adalah dengan belajar, dan (untuk mendapatkan) kepahaman adalah dengan berusaha untuk paham. Dan barangsiapa yang Alloh menghendaki baik kepadanya, maka Alloh akan menjadikannya paham dalam masalah agama. Dan sesungguhnya yang bisa takut kepada Alloh, dari (semua golongan) hamba-Nya adalah para ulama’ !” (HR Thobroni)

ٱلْعِلْمُ حَيَاةُ ٱلإِسْلاَمِ وَعِمَادُ ٱلإِيْمَانِ وَمَنْ عَلَّمَ عِلْمًا أَتَمَّ ٱللهُ أَجْرَهُ وَمَنْ تَعَلَّمَ فَعَمِلَ عَلَّمَهُ ٱللهُ مَا لَمْ يَعْلَم
رواه* أبو الشيخ

“Ilmu adalah kehidupannya Islam dan tiangnya keimanan. Dan barangsiapa mengajarkan ilmu, maka Alloh akan menyempurnakan pahalanya, dan barangsiapa yang belajar, lantas mengamalkan(nya), maka Alloh akan mengajarkan kepadanya apa-apa yang tidak ia ketahui” (HR Abu Syaikh)